Kadar Testosteron Pria yang Menjadi Ayah Turun Rata-Rata Sekitar 30 Persen
Setelah memiliki anak, seluruh tenaga seolah terkuras habis. Motivasi berada di titik terendah, massa otot menyusut karena jarang berolahraga, dan setiap malam kualitas tidur terganggu. Mudah saja untuk menganggapnya sebagai kelelahan biasa, tetapi ini sebenarnya adalah masalah terganggunya keseimbangan hormon dalam tubuh.
Menurut penelitian longitudinal 5 tahunan yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), kadar testosteron pria lajang yang sedang dalam proses menjadi ayah mengalami penurunan nilai tengah (median) sebesar 26 persen pada pagi hari. Kadar pada sore hari bahkan turun hingga 34 persen. Mengingat tingkat penurunan alami pada pria yang tetap lajang selama periode yang sama karena penuaan hanya sekitar 12 persen di pagi hari dan 14 persen di sore hari, tubuh seorang ayah yang baru mulai mengasuh anak benar-benar sedang dilanda badai hormon.
Namun, bukan berarti Anda harus segera berlari ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan hormon atau mengonsumsi suplemen luar negeri yang namanya asing. Risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Mengapa Suntikan Hormon Berbahaya bagi Ayah di Usia Subur
Ada kalanya seseorang mencoba menyentuh testosteron eksogen (TRT) atau suplemen androgen demi mendapatkan kembali vitalitas yang mendadak hilang. Bagi pria di usia subur yang sedang membesarkan anak dan mungkin merencanakan anak kedua, ini adalah pilihan yang mengerikan.
Ketika hormon disuntikkan dari luar secara berlebihan, otak mengalami ilusi. Otak menilai bahwa tubuh sudah kelebihan testosteron, lalu menghentikan kerja poros hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG). Hipotalamus menghentikan sekresi GnRH, dan kelenjar hipofisis berhenti melepaskan hormon luteinizing (LH) serta hormon pemicu folikel (FSH).
Hasilnya sangat tragis. Sel-sel penghasil testosteron di dalam testis berhenti bekerja, menyebabkan konsentrasi testosteron intratestikular (ITT) anjlok hingga di bawah 20 ng/dL. Menurut American Urological Association (AUA), ketika kadar yang sangat penting bagi pembentukan sperma ini habis, atrofi testis dan azoospermia (tidak adanya sperma) dapat terjadi. Bahkan jika suntikan dihentikan di kemudian hari, dibutuhkan waktu rata-rata 111 hingga 182 hari bagi otak dan testis untuk pulih dan berfungsi kembali. Pabrik dalam tubuh berhenti beroperasi selama hampir setengah tahun.
Daripada menggunakan jarum suntik, pergilah ke ruang pengambilan darah terlebih dahulu untuk memastikan kondisi pasti Anda.
- Hentikan Olahraga dan Berpuasa: Anda harus menghindari latihan beban intensitas tinggi 24–48 jam sebelum menjalani pemeriksaan. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi kadar hormon selama proses jaringan otot robek dan pulih. Puasa minimum selama 8 jam atau lebih juga sangat diwajibkan.
- Ambil Darah Antara Pukul 07.00 hingga 10.00 Pagi: Testosteron mencapai tingkat tertinggi di pagi hari. Jika diambil pada pukul 14.00, kadarnya bisa turun 20–30 persen, yang dapat menyebabkan salah diagnosis sebagai tingkat terendah padahal sebenarnya normal.
- Lakukan Tes Dua Kali pada Hari yang Berbeda: Untuk mengonfirmasi rentang klinis 300–1.000 ng/dL, pengambilan darah harus dilakukan dua kali di pagi hari dengan selang waktu minimal beberapa hari demi mengesampingkan pengaruh kondisi fisik sebelum diagnosis dipastikan.
Mengapa Tiga Set Squat Lebih Baik Daripada Obat-obatan
Otot tubuh bagian bawah adalah stimulator hormon terbesar pada tubuh manusia. Saat Anda melakukan latihan beban yang mengencangkan paha dan bokong secara kuat, kadar testosteron dalam darah langsung meningkat sebesar 10–30 persen. Anda tidak perlu menghabiskan waktu dua jam di tempat gym. Waktu 20 menit saja sudah cukup.
Cobalah lakukan 5 putaran dengan metode bergerak selama 40 detik dan beristirahat selama 20 detik.
- Bodyweight Squat: Buka kaki selebar bahu, lalu turun perlahan selama 3 detik saat duduk. Rangsangan peregangan otot yang lebih lama akan memperkuat respons hormonal.
- Lunge dan Jump Squat: Tahan sendi pinggul dengan lunge, lalu segera lanjutkan dengan jump squat. Penggunaan daya ledak sesaat akan membangkitkan serat otot cepat (fast-twitch muscle fibers) yang merangsang sekresi testosteron.
- Glute Bridge: Berbaring di lantai dan angkat panggul ke atas. Aliran darah ke tubuh bagian bawah akan hidup kembali seiring mengalir pesatnya darah ke otot-otot bokong dan dasar panggul.
Ada hal yang perlu diperhatikan. Jika Anda kurang tidur di malam hari dan tidur kurang dari 5 часов, lalu memaksakan diri mengangkat beban lebih dari 1 jam, hanya kortisol yang akan melonjak drastis. Kortisol adalah musuh bebuyutan yang memakan testosteron. Saat kurang tidur, selesaikan olahraga dalam waktu 30 menit termasuk pemanasan, sebanyak 3 kali seminggu.
Anda juga bisa memanfaatkan bayi Anda. Melakukan squat sambil memeluk bayi berbobot 8 kg di dada, atau melakukan lunge di ruang tamu dengan menggunakan gendongan bayi, semuanya merupakan latihan beban (weight training) yang luar biasa. Saat membawa kereta bayi keluar, cukup lakukan jalan cepat (interval walking) dengan berjalan cepat selama 2 menit dan berjalan dengan kecepatan normal selama 1 minute selama 20 minutes; napas Anda akan terengah-engah dan memberikan efek anaerobik.
Alasan Ilmiah Menyingkirkan Gula dari Menu Sarapan
Testosteron pada akhirnya membutuhkan bahan baku agar dapat diproduksi oleh tubuh. Komponen utamanya adalah seng (zinc), vitamin D, magnesium, dan kolesterol.
Seng adalah komponen kunci dari enzim yang mengubah testosteron menjadi produk akhir yang dapat digunakan di dalam testis. Vitamin D menyalakan sakelar reseptor, sementara magnesium membantu testosteron bergerak bebas dan digunakan dalam darah alih-alih terikat.
Di atas segalanya, bahan baku sejati dari semua hormon steroid adalah kolesterol. Jika Anda bersikeras melakukan diet rendah lemak dan tidak mengonsumsi lemak sama sekali demi menurunkan berat badan, bahan baku di pabrik hormon akan habis.
- Menu Sarapan: Konsumsilah 2 kuning telur dan 100g daging merah. Kolesterol dan vitamin D dari kuning telur, serta seng dari daging, akan memacu sintesis hormon sejak pagi hari.
- Memenuhi Kebutuhan Lemak: Penuhi sekitar 30 persen kalori harian dengan lemak baik. Tuangkan dua sendok makan minyak zaitun di atas salad dan kunyah segenggam kacang almond untuk mendapatkan asupan magnesium.
- Hentikan Gula Cair: Hentikan minuman bergula serta karbohidrat olahan, dan gantilah karbohidrat Anda dengan biji-bijian utuh (whole grains).
Menurut penelitian klinis yang berkaitan dengan American Diabetes Association (ADA), konsumsi 75g gula sederhana menyebabkan konsentrasi total testosteron dalam darah anjlok hingga 25 persen setelah 2 jam. Saat gula masuk, insulin disekresikan secara melonjak, dan jika kondisi ini berulang, sintesis protein di hati yang membantu transportasi hormon akan rusak. Sinyal sekresi hormon yang menuju ke otak pun menjadi lumpuh.
Hanya dengan menghentikan makanan manis serta rutin mengonsumsi kuning telur dan seng selama 3 bulan, perubahan pada tubuh Anda akan mulai terasa.
Yang Terjadi Saat Anda Mengatur Napas Selama 5 Menit Setiap Malam
Ketika stres mengasuh anak mencapai puncaknya, kortisol akan disemburkan dari kelenjar adrenal. Selama kadar kortisol tetap tinggi, otak tidak akan memberikan perintah untuk membuat testosteron. Kedua hormon ini memiliki hubungan jungkat-jungkit, sehingga ketika salah satu naik, yang lain pasti akan turun.
Hormon pria terutama diproduksi pada malam hari, khususnya saat Anda tertidur lelap (NREM slow-wave sleep). Jika Anda tidak bisa tidur nyenyak tanpa terbangun karena mengasuh anak, Anda harus meningkatkan intensitas atau kepadatan tidur tersebut.
Senjata paling ampuh pada saat ini adalah teknik pernapasan 4-7-8. Menurut hasil penelitian variabilitas detak jantung (HRV), ketika teknik pernapasan ini diterapkan, aktivitas saraf parasimpatis pada sistem saraf otonom langsung meningkat dan ketegangan saraf simpatis menurun.
- Melakukan Pernapasan 4-7-8: Duduklah di kursi dan tarik napas dalam-dalam melalui hidung selama 4 detik. Tahan napas selama 7 detik, lalu hembuskan napas perlahan melalui mulut selama 8 detik. Ulangi proses ini sebanyak 4 kali. Mengembuskan napas secara perlahan akan mengaktifkan sensor tubuh, mengurangi detak jantung, dan meredakan ketegangan.
- Atur Suhu Kamar Tidur ke 19 Derajat: Anda harus memblokir cahaya sepenuhnya dengan tirai blackout agar melatonin keluar. Jagalah suhu ruangan agar tetap agak sejuk antara 18 hingga 20 derajat agar suhu inti tubuh menurun dan Anda tertidur lelap.
- Matikan Smartphone 90 Menit Sebelum Tidur: Cahaya biru (blue light) dari layar menstimulasi nukleus suprakiasmatik otak, membuatnya berhalusinasi bahwa hari masih siang. Ini adalah penyebab utama yang membuat kortisol terus disekresikan.
Penurunan vitalitas saat membesarkan anak adalah perubahan biologis yang wajar dialami oleh seorang ayah. Namun, tidak perlu bergantung pada suntikan. Cukup jalankan tiga hal ini: latihan tubuh bagian bawah 3 kali seminggu, dua butir kuning telur di pagi hari, dan pernapasan 4-7-8 di atas kasur, maka tubuh Anda akan mulai memulihkan energinya seperti sedia kala.