스크립트
00:00:00Bagaimana cara menyampaikan pikiran dengan jelas tanpa terus memikirkan setiap kata?
00:00:05Pernahkah Anda mengalami momen saat sedang berbicara dan di tengah kalimat,
00:00:08Anda sendiri tidak tahu poin apa yang ingin disampaikan?
00:00:10Halo, nama saya Vin. Saya telah melatih jutaan orang untuk meningkatkan komunikasi mereka,
00:00:13dan tiga kerangka kerja yang akan saya bagikan dalam video ini akan membantu Anda terdengar
00:00:16lebih pandai berbicara dan artikulatif dalam percakapan profesional maupun pribadi.
00:00:21Saya akan membaginya ke dalam tiga skenario paling umum yang sering dialami banyak orang.
00:00:25Yang pertama adalah saat Anda paham materinya, tetapi tidak bisa menjelaskannya secara sederhana.
00:00:29Yang kedua adalah saat Anda tidak tahu banyak tentang hal yang sedang dibahas,
00:00:33tetapi Anda tidak ingin terlihat sama sekali tidak tahu apa-apa.
00:00:36Dan yang ketiga, skenario yang paling sering terjadi, terutama di tempat kerja,
00:00:39adalah saat Anda sebenarnya tahu jawabannya, tetapi tekanan berada di depan rekan kerja
00:00:44dan atasan membuat otak Anda kacau lalu mendadak buyar.
00:00:47Dulu saya berpikir, artikulasi itu masalah berbicara.
00:00:51Padahal bukan. Kata-kata yang berantakan berasal dari pikiran yang berantakan.
00:00:55Jadi keahlian yang sebenarnya bukan sekadar belajar bicara lebih baik,
00:00:59melainkan belajar berpikir lebih jernih. Dan saat Anda ditanya mendadak,
00:01:03kerangka kerja ini membantu Anda berpikir lebih jernih agar bisa terdengar lebih santun dan artikulatif.
00:01:09Mari kita mulai dari skenario pertama, yaitu saat Anda sebenarnya paham topiknya,
00:01:14tetapi tidak bisa mengutarakannya dengan baik.
00:01:16Saat mengajar kelas dan lokakarya komunikasi,
00:01:18sebagian besar peserta saya masuk dalam kategori khusus ini.
00:01:23Mulai dari insinyur, dokter, hingga pengacara.
00:01:25Mereka adalah orang-orang dengan wawasan sangat luas.
00:01:26Namun ketika saya menanyakan alasan mereka ikut kelas saya,
00:01:29alasan utama yang sering saya dengar adalah,
00:01:31“Finn, saya kesulitan menjelaskan gagasan saya secara jelas.”
00:01:34Anda mungkin pernah berada dalam situasi ini juga.
00:01:36Mencoba menjelaskan topik yang dikuasai, tetapi justru membuatnya rumit.
00:01:40Bicara berputar-putar dan perlahan melihat lawan bicara tampak makin bingung.
00:01:45Bagian terburuknya, Anda mengakhiri percakapan sambil membatin,
00:01:48“Jangan-jangan saya tidak begitu paham topik ini seperti yang saya kira.”
00:01:52Namun, inilah hal yang sebenarnya terjadi.
00:01:53Anda paham topik itu karena sudah sering mempelajarinya.
00:01:57Namun Anda tidak bisa menjelaskannya dengan baik karena belum sering menjelaskannya.
00:02:01Hanya itu alasannya.
00:02:03Mempelajari dan menjelaskan adalah dua keterampilan yang sepenuhnya berbeda.
00:02:06Anda menghabiskan ribuan jam untuk yang satu, tapi hampir tidak sama sekali untuk yang lain.
00:02:10Itulah mengapa dunia penuh dengan pakar hebat yang sebenarnya tidak bisa mengajar.
00:02:14Membagikan ilmu ke orang lain tanpa membuat mereka bosan atau bingung terasa sulit bagi mereka.
00:02:19Sebelum membagikan kerangka kerjanya,
00:02:21poin utama yang ingin saya tekankan adalah bahwa pengajar terbaik,
00:02:25atau penjelas terbaik, telah menguasai seni penyederhanaan.
00:02:30Mereka mampu menyaring hal yang rumit hingga menjadi sederhana dan mudah dipahami.
00:02:34Dengan kata lain, mereka belajar merangkai pikiran yang acak
00:02:38lalu menyampaikannya secara jelas, ringkas, dan runtut.
00:02:41Saat ingin belajar cara menjelaskan apa pun dengan lebih baik,
00:02:44inilah kerangka kerja yang saya gunakan.
00:02:46Ini berupa siklus sederhana empat langkah.
00:02:48Bagian pertamanya adalah mencatat.
00:02:51Setelah itu, ada menyusun struktur.
00:02:54Kemudian dilanjutkan dengan berlatih.
00:02:58Dan terakhir, ada evaluasi.
00:03:02Lalu kembali lagi ke mencatat dari awal, membentuk sebuah siklus.
00:03:06Kita mulai dari nomor satu, mencatat. Apa maksudnya?
00:03:11Maksudnya adalah menulis.
00:03:12Begitu saya menyebut kata menulis, sebagian dari Anda mungkin ingin berhenti menyimak,
00:03:15tetapi tetaplah bersama saya.
00:03:16Karena inilah yang membantu Anda memikirkan sesuatu dengan lebih jernih.
00:03:19Saat pemikiran masih ada di dalam kepala, semuanya melayang-layang,
00:03:21saling tumpang tindih, terputus-putus, dan tidak teratur.
00:03:25Sangat mustahil merangkai sesuatu yang tidak bisa Anda lihat.
00:03:27Namun begitu ditulis di kertas atau diketik ke dalam dokumen,
00:03:31Anda terdorong mengubah gagasan abstrak menjadi kata-kata.
00:03:34Kini pemikiran itu ada di depan mata Anda,
00:03:36tempat Anda bisa benar-benar mengamatinya.
00:03:38Seni menulis adalah seni membuat pemikiran Anda menjadi terlihat.
00:03:42Sebagai contoh nyata,
00:03:44setiap minggu saya mengirim buletin kepada pelanggan email yang bernama The Weekly V.
00:03:48Kami memiliki sekitar 2 juta pembaca,
00:03:50dengan rasio pembukaan 50% setiap minggunya, dan itu sungguh luar biasa.
00:03:53Alasan hal ini terjadi dan alasan saya melakukannya
00:03:56adalah karena proses ini memaksa saya mencatat isi pikiran
00:03:59lalu menuliskan pengalaman-pengalaman saya
00:04:01dengan cara yang bermanfaat bagi pembaca.
00:04:05Berikut adalah dua langkah untuk menuangkan pikiran ke dalam tulisan.
00:04:08Pertama, tanyakan pada diri sendiri,
00:04:10“Hal apa yang paling ingin saya jelaskan dengan lebih baik?”
00:04:12Setelah menentukan topiknya,
00:04:13langkah kedua adalah tuliskan cara Anda menjelaskannya saat ini.
00:04:17Tulis persis seperti biasa Anda menyampaikannya.
00:04:19Pada awalnya, urutan tulisan dan penjelasan Anda mungkin belum optimal,
00:04:23tetapi itulah gunanya langkah berikutnya, yaitu struktur.
00:04:26Sebab setelah menuangkan seluruh pemikiran tentang topik tertentu di atas kertas,
00:04:30Anda bisa melihat bagian-bagian itu dan menyadari,
00:04:32“Harusnya bagian ini tidak di awal, melainkan hal itu yang pertama.”
00:04:35“Mereka perlu paham hal ini dulu sebelum bisa mengerti keseluruhan poinnya.”
00:04:39Anda hanya bisa menyusun teka-teki jika potongan-potongannya terlihat.
00:04:43Setelah menuliskan cara menjelaskan topik tersebut saat ini,
00:04:47perhatikan potongan-potongan tadi.
00:04:48Apakah sudah masuk akal?
00:04:50Apakah terlalu panjang?
00:04:50Apakah mudah dipahami?
00:04:52Apakah terlalu banyak istilah teknis?
00:04:53Adakah analogi, metafora, atau perumpamaan yang bisa menyederhanakannya?
00:04:57Beri kebebasan pada diri sendiri untuk bereksperimen.
00:04:59Tambahkan poin baru.
00:05:00Ubah urutannya.
00:05:02Sehingga penjelasannya cukup menarik dan sederhana,
00:05:04bahkan bisa dipahami oleh seorang remaja.
00:05:07Langkah berikutnya membedakan pemikir hebat dengan pembicara hebat.
00:05:12Tanpa latihan, tanpa mengutarakannya secara lisan,
00:05:16semua kehebatan, wawasan, dan gagasan Anda hanya tertahan di atas kertas.
00:05:20Jadi, inilah yang perlu Anda lakukan.
00:05:22Nyalakan kamera Anda.
00:05:24Bisa menggunakan ponsel.
00:05:25Tekan tombol rekam dan mulailah menyampaikan gagasan itu
00:05:28sesuai dengan struktur baru yang telah Anda tulis.
00:05:30Saat melatihnya secara lisan,
00:05:31Anda akan merasakan langsung rasanya mengucapkan kata-kata itu.
00:05:34Melalui proses itu, Anda bisa mengetahui bagian mana yang mengalir lancar dan mana yang tidak.
00:05:40Sebagai contoh, saat membuat naskah video YouTube ini,
00:05:43begitu saya duduk dan berlatih mengucapkannya,
00:05:45saya bisa langsung menyadari bagian yang alur logikanya kurang pas.
00:05:49Makin sering dilakukan, makin mahir Anda dalam menyederhanakan pesan.
00:05:52Karena itulah yang dilakukan oleh komunikator hebat.
00:05:54Langkah terakhir di sini adalah evaluasi.
00:05:57Maksudnya, Anda perlu mendengarkan kembali rekaman video tadi
00:06:02lalu bertanya, apakah penjelasannya jelas?
00:06:04Apakah cukup ringkas?
00:06:05Apakah tersusun runtut?
00:06:06Cari letak penjelasan yang terlalu rumit atau berantakan.
00:06:09Kemudian kembali ke tahap mencatat dan ulangi seluruh siklusnya.
00:06:13Ini berarti mempersingkatnya, mengganti beberapa poin, atau merombak strukturnya.
00:06:18Terkadang Anda perlu membuang semuanya ke tempat sampah
00:06:22dan memulai lagi dari awal.
00:06:23Inilah proses yang dibutuhkan jika ingin menjadi komunikator yang berpengaruh.
00:06:27Inilah latihan yang diperlukan.
00:06:28Dengan begitu, Anda tidak lagi menjadi pakar yang tidak dipahami orang.
00:06:32Sebaliknya, Anda menjadi pakar yang bisa dipahami oleh semua orang.
00:06:37Omong-omong, jika ingin mempelajari lebih banyak kerangka kerja untuk mengasah kemampuan berbicara,
00:06:41terutama saat ditanya mendadak, pastikan untuk mengklik tautan di deskripsi
00:06:44atau memindai kode QR di layar untuk mengikuti pelatihan gratis selama dua jam,
00:06:48di mana saya akan mengajarkan tiga kerangka kerja komunikasi yang ampuh
00:06:50untuk menyaring pola pikir agar membantu Anda terdengar lebih mahir berbicara.
00:06:55Jadi, silakan periksa.
00:06:56Ini sepenuhnya gratis.
00:06:57Sekarang, skenario berikutnya adalah kebalikannya.
00:07:00Ini terjadi ketika Anda berada dalam percakapan dan topiknya berganti ke hal yang tidak terlalu Anda kuasai.
00:07:05Apa yang harus Anda lakukan dalam skenario ini?
00:07:06Haruskah Anda berpura-pura tahu lalu bersikap seolah paham?
00:07:09Atau haruskah Anda jujur mengatakan tidak tahu?
00:07:11Dua pertanyaan ini sangat bagus.
00:07:13Saya beri tahu apa yang biasa saya lakukan.
00:07:14Pertama, sampaikan hal yang saya ketahui.
00:07:17Kedua, sampaikan hal yang masih saya coba pahami.
00:07:20Lalu ketiga, ajukan pertanyaan yang bisa melanjutkan percakapan.
00:07:24Mari saya contohkan seperti apa penyampaiannya.
00:07:26“Bagaimana pendapatmu tentang masalah AI ini?”
00:07:27“Apakah AI akan merebut pekerjaan semua orang?”
00:07:29“Yang saya tahu, AI sudah sangat hebat untuk tugas yang spesifik dan repetitif, yaitu tugas dengan aturan jelas.”
00:07:35“Hal yang masih coba saya pahami adalah di mana batas kemampuannya?”
00:07:38“Karena tiap kali saya minta melakukan hal rumit, hasilnya sering kali gagal.”
00:07:42“Boleh saya tahu bagaimana pandanganmu?”
00:07:44“Apakah kamu melihatnya sebagai alat yang hanya menggantikan tugas semata?”
00:07:47“Atau menurutmu AI lambat laun akan menggantikan posisi orang-orang?”
00:07:50Mungkin AI akan menggantikan posisimu, Peter.
00:07:53Jangan salah paham.
00:07:55Saya tidak akan memecat Peter dan menggantikannya dengan AI.
00:07:58Mengapa?
00:07:59Karena, bisakah AI menghangatkan kursi saya setiap pagi sebelum saya duduk?
00:08:02Dapatkah AI menyajikan kopi sesuai keinginan saya jam 8 pagi tepat saat saya tiba lalu menyerahkannya begitu saya memetikkan jari?
00:08:11Saya belum memetikkan jari, Pete.
00:08:12Itu terlalu cepat, Kawan.
00:08:14Apakah Anda menangkap hal yang terjadi dalam adegan tadi?
00:08:16Meskipun seseorang meminta saya bicara tentang topik yang kurang saya kuasai, saya tetap bisa terlihat artikulatif, kritis, dan kompeten dengan mengikuti kerangka kerja ini.
00:08:25Berikut hal tak terduga yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa keterhubungan, daya tarik, dan rasa hormat.
00:08:31Ini berguna saat Anda ditanyai sesuatu dan tidak tahu jawabannya.
00:08:34Di momen seperti ini, berlawanan dengan anggapan umum, sebenarnya tidak apa-apa jika mengatakan, “Saya tidak tahu.”
00:08:40Namun ada satu catatan: sebelum pertanyaan itu muncul, Anda harus sudah menunjukkan nilai dan kredibilitas.
00:08:46Jika hal-hal itu sudah terbangun lalu Anda mengutarakan kata, “Saya tidak tahu,” itu akan membuat Anda terlihat lebih manusiawi.
00:08:53Saya pernah melakukan ini di lokakarya saya.
00:08:55“Saya tidak tahu jawaban untuk hal itu.”
00:08:58“Dan menurut saya sangat penting untuk menyatakannya dengan jujur saat saya tidak tahu.”
00:09:02“Jadi sekali lagi, saya tidak berkompeten untuk menjawabnya.”
00:09:05Itu sebenarnya tetap sebuah jawaban yang bagus.
00:09:07Oh, begitu.
00:09:08Tadi saya kira jawabannya buruk.
00:09:10Dulu saya percaya bahwa mengaku tidak tahu akan membuat orang kurang menghormati saya.
00:09:15Namun seperti yang Anda lihat di video, karena saya sudah memberikan nilai tambah sejak pagi hari, ketika saya berkata tidak tahu di situasi yang tepat, orang justru makin menghormati saya.
00:09:24Ada manfaat lainnya juga.
00:09:25Beban berat terasa terangkat saat Anda menyadari bahwa Anda boleh berkata tidak tahu.
00:09:30Sebab kebanyakan orang masuk ke pertemuan klien, presentasi, atau percakapan dengan atasan sambil merasa harus tahu jawaban atas segala hal.
00:09:39Namun begitu memberi izin pada diri sendiri untuk berkata tidak tahu, Anda tidak lagi bersikap seolah menjadi ChatGPT.
00:09:43Anda bisa tenang, mengakui hal yang memang diketahui, dan lewat kerangka kerja ini, Anda bisa menjelaskannya secara jernih hingga meningkatkan kredibilitas.
00:09:54Sehingga saat ada hal yang tidak diketahui, mengatakan tidak tahu tidak akan merusak reputasi Anda.
00:10:00Kenyataannya, hal itu justru meningkatkan kepercayaaan dan rasa hormat orang lain kepada Anda.
00:10:04Karena mereka tahu saat Anda tidak paham, Anda tidak akan berbohong kepada mereka.
00:10:08Sekarang masuk ke skenario terakhir, situasi yang sangat familier bagi kita semua.
00:10:14Ini adalah saat Anda sebenarnya paham materinya.
00:10:16Namun saat seseorang mengajukan pertanyaan, tekanan menjadi sorotan dan keharusan menjawab saat itu juga membuat pikiran Anda mendadak kosong.
00:10:23Hal ini pernah dialami oleh saya lebih sering daripada orang lain di panggung-panggung terbesar dunia.
00:10:28Jadi saya merasa berkompeten untuk memberikan saran nyata di sini.
00:10:31Ini seperti saat Anda tidak sengaja membuka semua tab peramban sekaligus hingga perambannya menjadi lambat.
00:10:36Hal serupa juga terjadi pada otak Anda.
00:10:37Saat seseorang bertanya, seluruh pemikiran terpicu secara bersamaan.
00:10:40Sialan, Peter.
00:10:41Itu bukan petikan jari untuk kopi.
00:10:43Kamu harus bisa membedakannya.
00:10:44Belajarlah membedakan suaranya.
00:10:46Itu bunyi klik kopi.
00:10:48Itu klik untuk penekanan.
00:10:49Ayo, kawan.
00:10:50Fokuslah.
00:10:51Seperti yang saya katakan, semua pikiran Anda langsung muncul sekaligus.
00:10:54Akibatnya, otak Anda tidak bisa memutuskan mana yang harus diambil dan dari mana harus memulai.
00:10:59Dan dari luar, kamu akan terlihat tidak kompeten jika terdiam terlalu lama.
00:11:03Jadi, hasilnya Anda merasa tertekan untuk berbicara.
00:11:06Lalu Anda mulai mengutarakan pikiran dengan lantang, membuat Anda berbelit-belit dan melantur.
00:11:10Inilah kerangka kerja yang perlu Anda ingat pada saat-saat seperti itu.
00:11:13Dan ini disebut POP.
00:11:15P-O-P.
00:11:17Yang pertama berarti Pause (jeda).
00:11:19Saya tahu ini terasa sangat berlawanan dengan intuisi.
00:11:22Karena sekali lagi, Anda merasa harus segera merespons.
00:11:26Salah klik, Peter.
00:11:27Tetapi Anda merasa harus langsung menjawab untuk menunjukkan seberapa luas pengetahuan Anda.
00:11:31Namun cara itu tidak berhasil.
00:11:33Yang Anda butuhkan adalah mengambil waktu beberapa detik untuk memikirkan jawaban sebelum menyampaikannya.
00:11:38Dan Anda akan terkejut bagaimana memberi waktu ekstra satu atau dua detik untuk berpikir benar-benar membantu
00:11:43Anda mendapatkan kejelasan atas pikiran Anda.
00:11:45Mungkin Anda berpikir ini aneh.
00:11:47Percayalah pada saya, ini hanya aneh jika Anda membuatnya terasa aneh.
00:11:51Lihatlah contoh saya di salah satu lokakarya saya saat seseorang mengajukan pertanyaan.
00:11:55Saya ingin Anda menghitung berapa detik saya berhentik sejenak saat berpikir.
00:11:59Apakah ada cerita yang belum pernah Anda bagikan kepada kami yang sangat ingin Anda bagikan
00:12:05yang sekiranya bisa menyentuh bagian dari hati Anda?
00:12:12Nah, apakah saya terlihat canggung?
00:12:21Apakah saya terlihat panik, ketakutan, dan membeku?
00:12:24Atau apakah saya terlihat seperti seseorang yang sedang memikirkan matang-matang jawabannya?
00:12:29Itulah kekuatan mengambil jeda jika Anda melakukannya dengan percaya diri.
00:12:33Dan tahukah Anda?
00:12:34Meskipun saya jeda selamanya, tebak apa yang terjadi setelah itu?
00:12:38Coba lihat ini.
00:12:40Bolehkah kalian mengobrol di antara kalian sendiri sebentar saja?
00:12:45Sementara saya duduk dan merenungkan hal ini?
00:12:47Apakah boleh?
00:12:48Oke, saya akan duduk dan berpikir sebentar.
00:12:52Ya, benar sekali.
00:12:54Saya meminta waktu tambahan karena saya yakin jika Anda memberi saya dua menit ekstra,
00:12:58saya akan mampu memberikan nilai yang luar biasa dalam jawaban saya.
00:13:03Selanjutnya, bagian berikutnya dari kerangka kerja ini adalah O.
00:13:05Dan apa arti dari O?
00:13:07Ini berarti One thought (Satu pikiran).
00:13:10Mulailah jawaban Anda dengan kalimat.
00:13:12“Satu pikiran yang terlintas di benak saya adalah...”
00:13:15Manfaatnya bagi Anda adalah memaksa otak Anda untuk fokus pada satu poin saja untuk dibagikan
00:13:20daripada mencoba menyampaikan setiap poin yang terlintas di pikiran.
00:13:23Dengan melakukan ini, Anda dapat merespons lebih cepat karena adanya fokus
00:13:27dan tidak terjebak dalam kelumpuhan analisis.
00:13:30Inilah yang menyebabkan orang membeku dan yang lebih buruk, melantur.
00:13:33Oh, itu hal yang paling buruk.
00:13:34Dan dampaknya bagi pendengar adalah memberitahu mereka,
00:13:37bahwa sebenarnya Anda punya banyak gagasan soal ini,
00:13:38tetapi Anda secara sengaja memilih satu untuk dibagikan.
00:13:41Dan huruf P terakhir adalah Proof (bukti).
00:13:45Setelah membagikan pikiran Anda, kini Anda memperkuatnya dengan sebuah contoh.
00:13:50Bisa berupa cerita, hasil, pengamatan, atau statistik.
00:13:53Ini membantu memperkokoh dan memberi kredibilitas lebih pada pikiran yang baru saja Anda bagikan.
00:13:58Sekarang, mari saya berikan sebuah contoh.
00:14:00Vin, saya penasaran.
00:14:01Apa saja cara cerdas untuk membuat penonton YouTube kita menekan tombol subscribe?
00:14:04Ada ide?
00:14:07Tahukah Anda?
00:14:09Satu pikiran yang terlintas di benak saya adalah kita bisa membuat sketsa
00:14:12di mana kita secara pasif berbicara kepada audiens tentang pentingnya mengapa mereka harus berlangganan.
00:14:17Mari saya berikan sebuah contoh.
00:14:18Karena ketika kita melakukannya secara langsung ke kamera,
00:14:20orang cenderung menolak karena mereka tidak suka disuruh-suruh.
00:14:23Itulah mengapa kita harus secara tidak langsung, lewat sketsa,
00:14:26berbicara ke alam bawah sadar mereka agar mau subscribe.
00:14:29Maksud saya, ini halus, cerdas, dan benar-benar tidak kasat mata.
00:14:32Mereka tidak akan menyadarinya.
00:14:34Ya, maksudmu persis seperti ini, kan?
00:14:35Bukan, bodoh.
00:14:37Itu terlalu jelas.
00:14:42Anda tahu apa yang harus dilakukan.
00:14:43Lihat, POP.
00:14:44POP adalah salah satu dari banyak kerangka kerja untuk membantu Anda menyampaikan pikiran dengan lebih jelas.
00:14:48Jadi jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut kerangka kerja komunikasi favorit saya,
00:14:51pastikan Anda melihat pelatihan gratis yang saya sebutkan di awal video.
00:14:54Ada di deskripsi, dan kode QR-nya ada di sini.
00:14:56Ini akan membantu Anda membangun struktur dan kejelasan lebih setiap kali Anda berbicara.
00:15:00Jadi inilah tantangan saya untuk Anda minggu ini.
00:15:02Pilih topik yang sangat Anda kuasai dan terapkan pada kerangka kerja pertama.
00:15:05Abadikan, tuliskan, semua hal yang terlintas di pikiran.
00:15:08Lalu ketika pikiran Anda sudah terlihat, strukturkan ulang, ubah, tambahkan hal baru, dan acak.
00:15:14Banyak orang berhenti di tahap itu.
00:15:15Namun tanpa langkah selanjutnya yaitu berlatih dan membaca pikiran Anda secara lantang,
00:15:18Anda tidak akan pernah bisa menjelaskan apa pun secara sederhana dan lugas.
00:15:22Dan yang terakhir, lakukan pengulangan.
00:15:24Begitulah cara Anda mulai melatih kebiasaan berpikir dan berbicara secara jelas.
00:15:28Anda tidak bisa melakukan yang satu tanpa yang lainnya.
00:15:30Dan saya ingin meninggalkan Anda dengan pesan ini.
00:15:31Jika Anda tidak bisa berkomunikasi dengan jelas saat ini,
00:15:33dan jika Anda tidak menganggap diri Anda komunikator yang hebat saat ini,
00:15:37saya ingin Anda mengingat bahwa cara Anda berkomunikasi saat ini hanyalah serangkaian perilaku
00:15:41yang dapat Anda tingkatkan seiring waktu dengan melatih hal-hal yang Anda pelajari di video ini.
00:15:45Anda tidak terjebak dengan cara Anda berkomunikasi saat ini.
00:15:47Jadi jangan terlalu terikat pada siapa diri Anda saat ini
00:15:49sehingga Anda tidak memberi kesempatan pada versi masa depan Anda.
00:15:53Sampai jumpa di video berikutnya.