00:00:00- Joseph Pieper menegaskan bahwa waktu luang
00:00:02adalah dasar dari budaya.
00:00:04Benarkah demikian?
00:00:05Saya rasa pekerjanlah yang menjadi dasar budaya kita.
00:00:07Dan itu adalah masalah besar.
00:00:09Karena apa yang kita pilih untuk dilakukan saat kita tidak dibayar,
00:00:12itulah jati diri kita yang sebenarnya.
00:00:14Dan jika kita sebenarnya hanya melakukan dua hal,
00:00:16bekerja dan kemudian mencoba mencari napas
00:00:20agar kita bisa kembali dan bekerja lagi,
00:00:22itu masalah besar.
00:00:24Kita perlu memiliki waktu luang yang bukan untuk bekerja,
00:00:26yang sama-sama memuaskan, sama-sama mendalam,
00:00:29yang sama-sama bermakna.
00:00:31Itulah jenis keseimbangan yang sebenarnya kita cari.
00:00:33Dan untuk melakukan itu, berarti kita harus
00:00:36sama hebatnya dalam mengisi waktu luang seperti saat bekerja.
00:00:40Waktu luang bukan sekadar tidak bekerja.
00:00:43Waktu luang adalah keterampilan yang berbeda.
00:00:45Halo teman-teman, selamat datang di Office Hours.
00:00:54Saya Arthur Brooks.
00:00:56Saya seorang ilmuwan perilaku yang berdedikasi untuk menyemangati orang
00:00:58dan menyatukan mereka dalam ikatan kebahagiaan dan kasih sayang
00:01:00menggunakan sains dan ide.
00:01:02Dan itulah inti dari acara ini.
00:01:04Office Hours, seperti jam konsultasi saya di universitas,
00:01:07adalah tentang bagaimana kita semua bisa menjadi pengajar kebahagiaan,
00:01:11pengajar kesejahteraan, agar kita bisa hidup lebih baik
00:01:13dan bisa membawa kasih serta kebahagiaan itu kepada orang lain.
00:01:16Terima kasih telah bergabung dengan saya.
00:01:17Terima kasih telah bergabung setiap minggu
00:01:18dan merekomendasikan acara ini kepada teman-teman kalian.
00:01:20Seperti biasa, silakan beri tanda suka dan berlangganan
00:01:22di mana pun kalian menonton ini,
00:01:24di mana pun kalian mendengarkan ini,
00:01:25dan pastikan untuk memberi masukan.
00:01:26Beri tahu saya apa yang sedang kalian pikirkan.
00:01:27Alamat emailnya adalah officehours@arthurbrooks.com,
00:01:32atau tulis apa pun yang kalian mau di kolom komentar.
00:01:34Kami juga melihat komentar-komentarnya,
00:01:35di mana pun kalian menonton episode ini.
00:01:37Minggu ini saya ingin berbicara tentang sesuatu
00:01:40yang mungkin tampak seperti kalian tidak perlu mempelajarinya,
00:01:43yaitu waktu luang.
00:01:46Namun faktanya, kalian mungkin perlu mempelajarinya agar lebih mahir.
00:01:48Jika kalian menonton acara ini,
00:01:49itu kemungkinan besar berarti kalian adalah seorang pekerja keras.
00:01:51Kalian adalah orang yang ambisius.
00:01:52Kalian banyak memaksakan diri.
00:01:55Begitu juga saya.
00:01:56Beberapa waktu lalu saya melihat kisah menarik
00:01:59tentang seorang manajer hedge fund,
00:02:00seseorang yang menguasai dunia finansial,
00:02:03yang mengelola dana miliaran dolar.
00:02:07Dan dia telah bekerja selama 10, 15 tahun
00:02:11untuk memulai hedge fund-nya.
00:02:12Dia telah bekerja 100 jam seminggu selama waktu itu,
00:02:15dipenuhi dengan ambisi yang mutlak,
00:02:17tidak pernah berhenti, bekerja sangat keras,
00:02:20di New York, tempat saya merekam acara ini
00:02:23hari ini di markas besar Spotify.
00:02:25Tampaknya dia memiliki segalanya.
00:02:27Dia kaya raya.
00:02:29Dia bahkan cukup terkenal.
00:02:32Tapi kemudian dia mengalami beberapa kegagalan di dananya.
00:02:34Lalu dia memutuskan sudah waktunya untuk membatasi kerugian
00:02:36dan menutup hedge fund-nya.
00:02:37Saat itu dia sudah kaya, tentu saja,
00:02:38tapi ada sesuatu tentang kegagalan tersebut
00:02:41yang merusak rasa pencapaiannya.
00:02:44Dan saya sudah membicarakan hal ini di episode-episode sebelumnya.
00:02:46Kemajuan adalah segalanya.
00:02:48Kemunduran adalah siksaan, terutama bagi para pengejar target.
00:02:51Singkat cerita, dia menutup dananya,
00:02:52tapi bukan itu poin yang ingin saya sampaikan di sini.
00:02:54Dia ditanya oleh seorang jurnalis, jadi apa yang akan Anda lakukan?
00:02:57Apa yang akan Anda lakukan?
00:02:58Dan jawaban yang diharapkan jurnalis itu
00:03:00adalah, saya akan membuka hedge fund lain,
00:03:03memulai awal yang baru.
00:03:04Bukan itu yang dia katakan.
00:03:05Dia berkata, saya sangat lelah.
00:03:08Saya hanya ingin pergi ke suatu pantai dan tidak melakukan apa-apa.
00:03:11Dan itulah rencananya.
00:03:14Rencana jangka pendeknya, dan mungkin menengah,
00:03:17siapa tahu, jangka panjangnya adalah tidak melakukan apa pun
00:03:21karena ide untuk tidak melakukan apa-apa terasa seperti satu-satunya hal
00:03:23yang mungkin bisa menyegarkan jiwanya
00:03:26setelah sekian lama bekerja keras dan mengejar ambisi,
00:03:29tidak pernah beristirahat, mengabaikan keluarganya,
00:03:32mengabaikan hubungan-hubungannya.
00:03:34Tapi ternyata, tentu saja itu tidak bertahan lama.
00:03:37Ada sesuatu tentang mengisi waktu luang dengan bersantai seperti itu
00:03:41yang sebenarnya tidak banyak membantunya,
00:03:43tidak memberinya apa yang sebenarnya dia cari.
00:03:46Lucunya, karena dengan cara yang aneh,
00:03:49bukan sebagai miliarder hedge fund tentunya,
00:03:51saya bisa sedikit merasakannya.
00:03:52Sejujurnya saya selalu merasa agak sulit
00:03:55untuk mendapatkan kesegaran dari waktu luang saya sendiri.
00:03:57Di awal karier saya,
00:03:58sebenarnya saya tidak melakukan apa yang saya lakukan sekarang.
00:04:00Saya adalah seorang musisi klasik profesional.
00:04:02Saya pemain French horn sepanjang usia 20-an saya.
00:04:03Saya tidak kuliah sampai usia akhir 20-an
00:04:06dan itu pun melalui kursus tertulis.
00:04:08Saya berkeliling melakukan aktivitas saya.
00:04:10Dan selama masa itu,
00:04:12saya bermain di Barcelona City Orchestra
00:04:13di bagian French horn.
00:04:16Dan saya sangat serius saat itu,
00:04:17seserius saya bermain French horn dulu
00:04:20seperti keseriusan saya tentang cinta dan kebahagiaan saat ini.
00:04:22Dan saya adalah pekerja keras.
00:04:24Maksud saya, saya tidak pernah libur.
00:04:26Saya tidak pernah libur sebagai pemain French horn
00:04:27selama 22 tahun, tidak sekalipun.
00:04:29Benar-benar tidak bercanda.
00:04:33Dan ketika saya pertama kali menikah dengan Ny. B, istri saya, Esther,
00:04:34dia berasal dari Barcelona.
00:04:38Orang-orang di sana cukup mahir menikmati waktu luang.
00:04:39Dan dia terkejut karena kami pergi berlibur bersama
00:04:42saat kami baru menikah ke pegunungan Pyrenees.
00:04:45Kami pergi berkemah ke Pyrenees, misalnya.
00:04:47Kami tidak punya cukup uang untuk menginap di hotel.
00:04:50Jadi kami menginap di tempat perkemahan bernama El Temple del Sol,
00:04:52yang dalam bahasa Catalan berarti Kuil Matahari.
00:04:56Tempat itu indah dan sebagainya,
00:04:58tapi saya harus memulai setiap hari dengan mengeluarkan French horn saya.
00:05:00Dan di lereng gunung itu, saya akan berlatih
00:05:03selama sekitar dua jam, hanya untuk menjaga kelenturan bibir saya
00:05:05dan memainkan tangga nada serta arpeggio dan beberapa etude
00:05:07serta beberapa hal yang sedang saya kerjakan saat itu.
00:05:11Istri saya benar-benar bingung
00:05:13mengapa saya ingin merusak liburan saya
00:05:16dengan mengeluarkan French horn dan mengingat pekerjaan saya.
00:05:19Dan kenyataannya, intinya adalah saya payah dalam menikmati waktu luang.
00:05:22Dan mungkin banyak dari kalian yang juga begitu,
00:05:26seperti manajer hedge fund tadi.
00:05:27Itu adalah pemahaman yang tidak tepat tentang hal tersebut.
00:05:28Jadi waktu luang tidak terasa menyenangkan.
00:05:30Rasanya seperti waktu istirahat dari pekerjaan.
00:05:32Rasanya seperti saat tidak bekerja.
00:05:34Tapi pekerjaannya terus menguras energi,
00:05:36lalu saat tidak bekerja pun tidak terasa menyenangkan.
00:05:37Mungkin kalian pernah dituduh oleh seseorang
00:05:40yang kalian sayangi karena tidak bisa rileks,
00:05:42tidak bisa bersantai.
00:05:44Apa yang harus kalian lakukan?
00:05:47Saya akan memberi tahu hari ini karena episode kali ini
00:05:49adalah tentang bagaimana cara mengisi waktu luang dengan lebih baik,
00:05:51bagaimana kalian bisa sangat hebat dalam mengisi waktu luang
00:05:53seperti kehebatan kalian dalam bekerja.
00:05:57Jika kalian seperti istri saya, kalian mungkin akan bertanya,
00:05:59“Kenapa aku harus menonton ini?”
00:06:02Tapi jika kalian seperti saya, kalian butuh tiga protokol
00:06:03untuk waktu luang yang sempurna dan kalian akan mendapatkannya hari ini.
00:06:05Itulah episode hari ini.
00:06:09Mari saya mulai dari awal
00:06:13saat kita berbicara tentang waktu luang.
00:06:14Ini benar-benar dimulai dengan satu makronutrisi kebahagiaan ini.
00:06:16Jika kalian menonton acara saya, kalian tahu bahwa kebahagiaan
00:06:18sebenarnya memiliki tiga makronutrisi.
00:06:22Sama seperti makanan yang memiliki makronutrisi
00:06:24berupa protein, karbohidrat, dan lemak,
00:06:26kebahagiaan terdiri dari kenikmatan, kepuasan, dan makna.
00:06:28Saya banyak menulis dan berbicara
00:06:30tentang makronutrisi-makronutrisi ini.
00:06:33Dan jika kalian melihat ke belakang saya, buku baru saya,
00:06:35“The Meaning of Your Life,”
00:06:37itu tentang makronutrisi ketiga yaitu makna,
00:06:40yang merupakan bagian tersulit dari semuanya.
00:06:41Tapi ada orang yang kesulitan dengan yang pertama, yaitu kenikmatan.
00:06:43Dan jika ingin lebih mahir mengisi waktu luang,
00:06:45kalian harus lebih mahir dalam menikmati sesuatu.
00:06:47Artinya, pertama-tama,
00:06:49kalian perlu memahami apa itu kenikmatan yang sebenarnya.
00:06:50Mari kita bahas sedikit tentang itu.
00:06:52Omong-omong, bagi kalian yang sudah mengikuti
00:06:54skala kebahagiaan di situs web saya,
00:06:56kalian buka arthurbrooks.com dan ikuti tes skala kebahagiaannya.
00:06:57Sudah ribuan orang yang melakukannya.
00:06:59Kalian akan tahu posisi kalian dalam makronutrisi ini,
00:07:02bagian mana yang perlu diperbaiki; kenikmatan, kepuasan, atau makna.
00:07:04Dan jika skor kalian di bawah rata-rata dalam hal kenikmatan,
00:07:07itu mungkin berarti kalian perlu memperbaiki cara mengisi waktu luang.
00:07:09Dan episode ini untuk kalian, oke?
00:07:11Dan juga untuk saya.
00:07:15Mari kita bahas sedikit tentang kenikmatan
00:07:17dan cara meningkatkannya.
00:07:19Lalu sebentar lagi kita akan kembali membahas waktu luang.
00:07:21Kenikmatan bukanlah sekadar kesenangan semu.
00:07:22Itu hal pertama yang harus dipahami.
00:07:23Banyak orang salah paham tentang hal itu.
00:07:27Seperti pria hedge fund tadi,
00:07:28dia mengira kenikmatan hanyalah kesenangan.
00:07:29Seperti menyeruput Mai Tai di pantai yang cerah,
00:07:31tidak melakukan apa-apa sama sekali,
00:07:34dan mengira itu akan memberikan kesegaran
00:07:36yang sebenarnya dia cari.
00:07:38Alasan mengapa hal itu tidak memberi gizi bagi jiwanya
00:07:39adalah karena dia membuat kesalahan klasik
00:07:40dengan menganggap kesenangan semu sama dengan kenikmatan sejati.
00:07:45Padahal tidak.
00:07:47Sebaliknya,
00:07:50jika strategi hidup kalian adalah mengejar kesenangan sebanyak mungkin,
00:07:51kalian tidak akan berakhir pada kebahagiaan.
00:07:52Kalian akan berakhir di rehabilitasi.
00:07:55Ada alasan di balik itu.
00:07:57Sekali lagi, tonton kembali episodenya.
00:07:59Saya akan pastikan kami menautkannya tepat di bawah sini
00:08:00ke episode tentang apa itu kebahagiaan.
00:08:02Episode itu rilis beberapa bulan lalu
00:08:04dan akan sangat berguna bagi kalian dalam topik ini.
00:08:06Singkatnya, hal ini membutuhkan pemahaman
00:08:08tentang cara kerja otak
00:08:10untuk membedakan antara kenikmatan dan kesenangan semu.
00:08:14Kesenangan semu adalah fenomena limbik.
00:08:15Ini melibatkan jaringan tisu di otak kalian
00:08:18yang berevolusi antara dua hingga 40 juta tahun lalu.
00:08:20Dan fungsinya pada dasarnya memberikan rasa emosional
00:08:23bahwa ada sesuatu di sekitar kalian yang merupakan peluang
00:08:26dan kalian harus mendekatinya.
00:08:30Emosi positif, termasuk kegembiraan, ketertarikan, dan kejutan,
00:08:34itu muncul karena kalian merasakan sesuatu
00:08:36sebenarnya akan memberi kalian banyak imbalan
00:08:40seperti pasangan atau kalori atau semacamnya.
00:08:42Dan di situlah kesenangan semu berperan.
00:08:45Kesenangan semu sebagian besar merupakan fenomena hewani.
00:08:47Saya tidak sedang mencela.
00:08:49Saya tidak menentang kesenangan semu,
00:08:52tapi kita harus memahaminya secara biologis
00:08:53karena psikologi adalah biologi dalam banyak hal,
00:08:54termasuk ini.
00:08:56Yang perlu kita lakukan untuk menjadikannya bagian dari kebahagiaan
00:08:58bukanlah menghilangkan kesenangan semu tersebut,
00:08:59melainkan melengkapinya dengan memindahkan pengalaman kesenangan itu
00:09:01dari sistem limbik ke korteks prefrontal kalian.
00:09:02Dan itu artinya menambahkan dua hal.
00:09:06Kesenangan semu perlu disertai dengan orang lain dan ingatan.
00:09:10Apa artinya?
00:09:12Artinya hal itu harus bersifat sosial
00:09:17dan kalian harus sadar sepenuhnya
00:09:17saat melakukan sesuatu untuk mendapatkan kesenangan itu.
00:09:19Jadi tidak pernah terjadi secara otomatis.
00:09:21Dan ada berbagai macam hal
00:09:23yang kita lakukan secara otomatis demi kesenangan semu.
00:09:26Misalnya, berbagai macam kebiasaan.
00:09:27Kalian mengambil rokok, misalnya.
00:09:28Kalian minum lagi tanpa benar-benar memikirkannya.
00:09:29Kalian asyik menggulir media sosial tanpa tujuan.
00:09:31Semua ini adalah perilaku otomatis
00:09:34yang kalian lakukan demi mencari kesenangan limbik.
00:09:36Tapi yang perlu kalian lakukan adalah menjadikannya bersifat sosial
00:09:39dan menjadikannya sesuatu yang disadari,
00:09:42sehingga memindahkan pengalaman tersebut
00:09:45ke dalam korteks prefrontal kalian,
00:09:47pusat eksekutif di otak kalian,
00:09:48jaringan tisu itu,
00:09:50yang beratnya 30% dari otak kalian, tepat di belakang dahi.
00:09:51Itulah yang perlu kalian aktifkan
00:09:53agar hal itu benar-benar menjadi bagian dari kebahagiaan kalian.
00:09:56Dan itulah arti kenikmatan yang sebenarnya.
00:09:57Kalian butuh kenikmatan, yang dilakukan secara sadar,
00:09:59yang berkesan, dan yang bersifat sosial.
00:10:03Dan juga, di dalamnya terdapat kesenangan di dalamnya.
00:10:06Dengan cara ini, kalian bisa mengendalikan kesenangan kalian
00:10:08dan bukan kesenangan yang mengendalikan kalian.
00:10:10Kalian paham perbedaannya, kan?
00:10:12Jika kalian dikendalikan oleh kesenangan, berhati-hatilah.
00:10:13Jika kalian yang mengendalikan kesenangan, luar biasa, bagus untuk kalian.
00:10:15Dan cara kalian melakukannya
00:10:17adalah dengan mengubahnya menjadi kenikmatan sejati.
00:10:21Oke, itu sekadar pengingat.
00:10:22Maksud saya, itu hanya referensi
00:10:24kembali ke apa yang sudah kita bahas di episode sebelumnya.
00:10:26Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang sains dasarnya,
00:10:27tonton kembali episode tersebut.
00:10:29Oke, sekarang kembali ke cara kerja kenikmatan.
00:10:31Kenikmatan itu sangat menarik
00:10:33karena kalian mengelola kesenangan kalian sedemikian rupa
00:10:36sehingga kalian mendapatkan sesuatu yang sangat menyenangkan,
00:10:37sesuatu yang menggembirakan,
00:10:39sesuatu yang benar-benar terasa enak,
00:10:41tapi kalian tidak berlebihan hingga membuat kecanduan,
00:10:42hingga hal itu memperbudak kalian.
00:10:45Pada dasarnya, itu berarti
00:10:48kalian menolak dikendalikan oleh kesenangan, itu bagus,
00:10:50tapi kalian juga tidak tersiksa
00:10:51oleh ketiadaan kesenangan sama sekali.
00:10:54Ini soal keseimbangan.
00:10:56Kenikmatan melibatkan keseimbangan ini
00:10:58antara terlalu sedikit dan terlalu banyak.
00:10:59Dan itu karena bagian dewasa kalian, pusat eksekutif kalian,
00:11:01pusat komando otak kalian terlibat dalam berkata,
00:11:05“Ya, beri aku lagi, tapi jangan terlalu banyak.”
00:11:07Menyeimbangkan hal itu dengan benar
00:11:10adalah inti dari apa artinya menjadi seseorang
00:11:12yang benar-benar hidup, untuk benar-benar berada dalam keseimbangan.
00:11:13Beginilah cara kita memahami waktu luang
00:11:15dalam hubungannya dengan pekerjaan.
00:11:18Sekarang, semua orang yang menonton saya, bukan semuanya,
00:11:21banyak dari kalian, sangat mencintai pekerjaan kalian.
00:11:22Kalian menyukai dampak dari pekerjaan itu.
00:11:25Kalian menyukai apa yang kalian capai.
00:11:27Kalian menyukai perasaan saat mencapai hal-hal tersebut
00:11:29dan bahkan aktivitasnya, meski tidak selalu,
00:11:31karena tidak semua aktivitas kalian
00:11:33akan menyenangkan setiap saat,
00:11:36tapi sering kali terasa sangat, sangat menyenangkan.
00:11:37Itu membuat kalian merasa hidup, pekerjaan membuat kalian merasa hidup,
00:11:38tapi kalian tahu apa yang terjadi jika melakukannya terlalu banyak.
00:11:39Kalian lelah, kalian terpuruk, kalian jadi mudah marah,
00:11:42dan ada sesuatu yang sebenarnya hilang dari hidup kalian.
00:11:44Jadi ini adalah faktor kenikmatan yang berasal dari keseimbangan.
00:11:47Kalian tahu ke mana arah pembicaraan saya,
00:11:50keseimbangan kehidupan kerja atau pertukaran kerja-waktu luang
00:11:54adalah cara kita membicarakan hal itu.
00:11:56Itu wajar, tapi saya tidak ingin membahasnya dengan cara itu.
00:12:00Alasannya karena saya tidak benar-benar berpikir
00:12:02ada keseimbangan antara kerja dan kehidupan
00:12:05karena kerja adalah bagian dari hidup kalian,
00:12:06tapi waktu luang juga harus menjadi bagian dari hidup kalian.
00:12:09Inilah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan kenikmatan sebanyak mungkin,
00:12:11juga kepuasan dan makna
00:12:14dari pekerjaan kita dan semua hal produktif
00:12:16yang kita lakukan.
00:12:19Kita perlu memiliki waktu yang bukan untuk bekerja,
00:12:21yang sama-sama memuaskan, sama-sama mendalam,
00:12:22yang sama-sama bermakna.
00:12:24Itulah jenis keseimbangan yang sebenarnya kita cari.
00:12:27Dan untuk itu, kita harus sama hebatnya
00:12:30saat mengisi waktu luang, seperti saat kita bekerja.
00:12:32Waktu luang bukan sekadar tidak bekerja.
00:12:35Waktu luang adalah keterampilan yang berbeda.
00:12:39Hal ini penting untuk dipahami
00:12:42karena biasanya orang tidak membicarakannya seperti itu.
00:12:45Bahkan filsuf besar St. Thomas Aquinas
00:12:48menyebut Aristoteles sebagai “Sang Filsuf”.
00:12:51Itu menunjukkan betapa pentingnya Aristoteles.
00:12:55Aristoteles berkata, “Kita bekerja keras agar kita bisa beristirahat
00:12:57“dan berperang agar kita bisa berdamai.”
00:12:59Itu adalah pemahaman bahwa waktu luang adalah saat tidak bekerja,
00:13:02tapi saya tidak ingin kalian berpikir seperti itu.
00:13:04Saya ingin kalian melihat hidup kalian sebagai sebuah portofolio
00:13:06dari hal-hal indah yang mencakup aktivitas generatif finansial
00:13:08kalian dan hal-hal yang sama-sama berharga
00:13:11untuk menjadikan kalian pribadi yang menarik, kompleks, dan puas
00:13:14yang bukan merupakan bagian dari pekerjaan, dan itulah waktu luang.
00:13:17Itulah sebabnya saya akan memberikan protokol
00:13:22tentang cara menjadi sehebat mungkin dalam waktu luang kalian
00:13:26seperti halnya kehebatan kalian dalam bekerja.
00:13:28Cara melakukan ini adalah dengan pemikiran filsuf yang cukup kontemporer,
00:13:30atau memulainya dengan ide-ide
00:13:32dari seorang filsuf kontemporer yang sangat menyukai
00:13:35Aristoteles, tapi mencoba mengubah ide-ide tersebut menjadi sesuatu
00:13:38yang mungkin sedikit lebih... saya tidak tahu,
00:13:40mungkin lebih sadar akan pengalaman
00:13:44yang ingin kita dapatkan.
00:13:46Dan dia adalah filsuf asal Jerman,
00:13:49filsuf Jerman abad ke-20, Josef Pieper.
00:13:50Pieper, yang hidup antara tahun 1904 dan 1997,
00:13:52paling terkenal karena buku yang ia tulis
00:13:56berjudul “The Four Cardinal Virtues” (Empat Kebajikan Utama).
00:14:00Dan akan ada episode mendatang
00:14:02tentang empat kebajikan utama ini.
00:14:04Karena percayalah, kedengarannya sangat membosankan, bukan?
00:14:07Empat kebajikan utama; kebijaksanaan, keadilan,
00:14:09pengendalian diri, ketabahan... bangunkan saya kalau sudah selesai.
00:14:11Tidak, tidak, itu sangat menarik.
00:14:13Benar-benar mengasyikkan saat kita membahas
00:14:16bagaimana dia mendefinisikan masing-masing hal tersebut
00:14:18dan bagaimana itu bisa mengubah hidup kalian
00:14:21serta mengubah pekerjaan kalian
00:14:23dan menjadikan kalian pribadi yang lebih hebat.
00:14:24Itu bukunya yang paling terkenal.
00:14:26Saya ingin membahas sebuah esai panjang, semacam buku,
00:14:28esai yang dia tulis yang sangat selaras
00:14:29dengan apa yang kita bicarakan di sini,
00:14:33yang berjudul “Leisure, the Basis of Culture” (Waktu Luang, Dasar Budaya).
00:14:35Keyakinannya adalah, dan dia orang Jerman, oke?
00:14:36Jadi seperti orang Amerika, kerja, kerja, kerja, kan?
00:14:39Tapi dia tidak menulis buku berjudul “Kerja, Dasar Budaya”.
00:14:43Itu akan jadi buku yang paling membosankan.
00:14:46Dia berkata bukan kerja, melainkan waktu luanglah dasar budaya jika dilakukan dengan benar.
00:14:48Jika budaya kalian melakukannya dengan benar,
00:14:50maka budaya kalian akan menjadi lebih sehat
00:14:55dan lebih bahagia serta lebih kuat
00:14:57karena apa yang kita lakukan saat kita sedang tidak bekerja.
00:14:58Tapi itu bukan sekadar bersantai di pantai.
00:15:00Bukan sekadar membuang-buang waktu
00:15:03di media sosial.
00:15:04Itu sama sekali bukan membuang waktu kalian.
00:15:07Itu adalah menjadi hebat dalam hal-hal tersebut.
00:15:09Untungnya, esainya, “Leisure, the Basis of Culture,”
00:15:11memberi tahu rahasia tentang cara melakukannya.
00:15:13Dan itulah yang kita bicarakan di sini.
00:15:17Oke, ide besar pertama dalam buku Pieper
00:15:19“Leisure, the Basis of Culture” adalah sesuatu yang disebut acedia.
00:15:20Dan ini adalah kata Yunani kuno, acedia,
00:15:23yang pada dasarnya berarti kemalasan spiritual dan mental.
00:15:26Oke, sekarang, saat saya bicara soal kemalasan,
00:15:29atau juga disebut oleh filsuf sebagai Sloth,
00:15:33ini adalah salah satu dari tujuh dosa mematikan.
00:15:35Kalian tahu, tujuh dosa mematikan itu tentu saja
00:15:38sangat penting dan populer dalam pemikiran kita
00:15:41karena karya Dante dalam Divine Comedy.
00:15:44Dan Dante, dalam buku hebat ini,
00:15:48dalam puisi hebat ini, dia melewati neraka,
00:15:50api penyucian, dan surga bersama Virgil, sang filsuf.
00:15:54Dan mereka melihat orang-orang yang telah melakukan
00:15:57dosa-dosa mengerikan ini.
00:16:00Dan kemalasan (sloth) berada di posisi tengah.
00:16:03Yang terburuk adalah kesombongan, lalu ada kecemburuan,
00:16:04kemudian kemarahan.
00:16:07Dan di tengah-tengahnya adalah kemalasan.
00:16:10Kita menganggap kemalasan sebagai tidak mau bekerja.
00:16:11Cuma rebahan di sofa, begitulah kira-kira.
00:16:13Seperti, ah, aku harus kerja sih, tapi ya sudahlah,
00:16:16aku mau maraton nonton film di Netflix saja.
00:16:20Dan aku punya es krim Häagen-Dazs di freezer
00:16:22dan selimut empuk baru, jadi ayo kita santai.
00:16:24Bukan, bukan begitu cara Pieper memandang kemalasan.
00:16:27Dia memandangnya secara fundamental sebagai sebuah kelemahan
00:16:29yang bersifat spiritual dan mental, bukan sekadar fisik.
00:16:32Bukan sekadar bermalas-malasan di sofa.
00:16:36Bukan sekadar, hei, hari ini jadwalnya latihan kaki di gym,
00:16:39tapi sepertinya aku mau santai-santai saja
00:16:42dan tidak pergi ke gym.
00:16:44Itu hanya sebagian kecil.
00:16:46Kenapa? Karena semua jenis kemalasan fisik
00:16:48yang kita miliki, secara jelas dan nyata,
00:16:50sebenarnya berasal dari kondisi mental
00:16:51atau kondisi psikologis.
00:16:54Kalian mungkin setuju dengan saya jika saya katakan
00:16:56itu adalah semacam kondisi spiritual.
00:16:58Dan itulah acedia yang sebenarnya,
00:16:59yaitu kemalasan spiritual dan mental.
00:17:01Dan dia berkata bahwa jenis kemalasan spiritual dan mental terburuk
00:17:02dimulai dengan pemahaman yang salah tentang waktu luang.
00:17:04Dan ini disebut sebagai aktivitas acediac.
00:17:06Berikut adalah hal-hal yang akan dia bahas hari ini
00:17:09yang dicirikan oleh kemalasan mental dan spiritual.
00:17:12Inilah jenis waktu luang yang harus dihindari, menurut Pieper,
00:17:14dan menurut kita juga,
00:17:16jika ingin menjalani kehidupan terbaik.
00:17:19Nomor satu, menggulir media sosial tanpa henti.
00:17:23Sekarang, kalian boleh saja melakukannya.
00:17:25Saya akan membahasnya sedikit nanti
00:17:26dan di banyak episode lainnya.
00:17:28Percaya atau tidak, saya tidak menentang menggulir media sosial.
00:17:30Saya sama sekali bukan aktivis yang menentang hal ini.
00:17:31Sebaliknya, media sosial bisa sangat bermanfaat bagi kalian
00:17:33jika kalian menggunakannya dengan cara-cara tertentu.
00:17:35Jadi nantikan pembahasan tentang bagaimana media sosial bisa membuat hidup lebih baik.
00:17:38Tapi menggulir media sosial tanpa tujuan,
00:17:40terutama tepat sebelum kalian tidur.
00:17:41Sekali lagi, ingin tahu bagaimana ini memengaruhi tidur kalian?
00:17:44episode sembilan “Protokol Malam Hari”.
00:17:46terutama tepat sebelum Anda tidur.
00:17:48Di sana akan dijelaskan kepada kalian
00:17:50apa yang sebenarnya terjadi pada otak kalian
00:17:52karena merangsang hormon stres kalian
00:17:54dan menghambat kelenjar pineal kalian
00:17:55serta segala hal buruk yang terjadi pada kalian.
00:17:56Tapi secara umum, ini adalah jenis kemalasan.
00:17:58Efeknya adalah membuat otak kalian berhenti bekerja sejenak.
00:18:00Nah, penelitian ilmu saraf yang menarik menunjukkan
00:18:02bahwa apa yang sebenarnya dilakukan hal tersebut
00:18:05adalah mengalihkan perhatian kalian sekaligus membuat kalian stres.
00:18:07Kombinasi yang buruk.
00:18:09Tapi intinya adalah Pieper,
00:18:11bahkan sebelum munculnya ilmu saraf modern,
00:18:13akan mengatakan bahwa itu hanyalah kemalasan.
00:18:15Hanya semacam tindakan malas,
00:18:16tertawa kecil melihat meme saat melakukannya.
00:18:19Itu bukanlah penggunaan waktu luang yang produktif.
00:18:22Mabuk-mabukan adalah cara lain untuk melakukan ini,
00:18:23di mana kalian seolah memabukkan diri sendiri.
00:18:26Kalian membius otak kalian.
00:18:31Kalian mengalihkan perhatian diri sendiri.
00:18:33Kalian maraton menonton suatu acara.
00:18:35Semua hal yang pada dasarnya adalah pengalihan
00:18:37dari kehidupan biasa kalian,
00:18:38semacam fenomena sekadar bersantai.
00:18:41Dan lagi, saya tidak punya masalah dengan
00:18:43mengambil waktu istirahat dan duduk-duduk di pantai juga.
00:18:44Saya tidak mencoba mengubah waktu luang kalian
00:18:46menjadi pekerjaan lain.
00:18:48Tetap di sini.
00:18:50Saya akan membahasnya di episode ini.
00:18:51Tapi sangat penting untuk berpikir,
00:18:54jika kalian mencoba menghentikan fungsi otak kalian,
00:18:56bukan, jika kalian mencoba menghentikan fungsi jiwa kalian,
00:18:57jika kalian mencoba untuk tidak melakukan apa pun yang generatif,
00:18:59tidak ada yang mendalam, tidak ada yang spiritual,
00:19:01itu adalah acedia menurut pandangannya.
00:19:04Dan itu di bawah level kalian.
00:19:07Itu semacam di bawah level moral dan spiritual kalian.
00:19:09Itu juga akan menyebabkan ketidakbahagiaan kalian,
00:19:12yang akan saya tunjukkan sebentar lagi.
00:19:13Waktu luang sejati adalah sesuatu yang memiliki dua bagian.
00:19:16Hal itu produktif secara spiritual dan mental.
00:19:20Dan itu cenderung bersifat kontemplatif.
00:19:21Sesuatu di mana kalian belajar dan kalian berkembang.
00:19:25Itu produktif dengan cara khusus ini,
00:19:28tapi benar-benar melibatkan jiwa, hati, dan pikiran,
00:19:31jiwa, hati, dan pikiran, jiwa, hati, dan pikiran.
00:19:33Mengapa itu disebut waktu luang?
00:19:35Karena tidak ada yang membayar kalian untuk itu, misalnya,
00:19:38dan kalian tidak dikejar target dengannya.
00:19:40Kalian benar-benar memegang kendali untuk melakukan ini
00:19:41demi generativitas kalian sendiri, demi pertumbuhan kalian sendiri,
00:19:44demi perubahan diri kalian sendiri.
00:19:46Berikut adalah beberapa contohnya.
00:19:49Membaca sesuatu yang sangat mendalam dan merenungkannya.
00:19:53Dan lagi, merenungkannya adalah hal yang sangat penting.
00:19:54Mungkin itulah yang kalian lakukan
00:19:55saat kalian duduk di pantai.
00:19:59Itu adalah aktivitas yang sangat generatif.
00:20:01Kalian mungkin pernah mendengar saya membicarakan hal ini,
00:20:02bahwa ini adalah bentuk meditasi kontemplatif,
00:20:04sebenarnya.
00:20:07Beginilah cara Dalai Lama memulai setiap hari,
00:20:09yaitu selama dua jam pertama di pagi hari
00:20:12sebelum cahaya matahari muncul di luar.
00:20:13Dalam Brahma Muhurta, dalam waktu Sang Pencipta,
00:20:16Dalai Lama menghabiskan waktu dua jam
00:20:17memikirkan sebuah ayat dalam kitab suci Buddha Tibet.
00:20:19Sesuatu yang sangat mendalam.
00:20:21Apa artinya ini?
00:20:24Bagaimana saya harus menafsirkan itu?
00:20:28Bagaimana hal ini memengaruhi hidup saya?
00:20:29Bagaimana saya akan mengajarkan ini kepada orang lain?
00:20:30Itu adalah jenis waktu luang yang sangat mendalam.
00:20:32Itu jenis waktu luang yang mengasyikkan,
00:20:33dan itu mengharuskan kalian mempelajari sesuatu dengan cara tertentu.
00:20:35Mungkin kalian sedang membaca,
00:20:39mungkin kalian sedang menonton acara ini, saya tidak tahu pasti,
00:20:40tapi kalian menggunakannya dengan cara yang kontemplatif.
00:20:43Cara lain untuk memiliki waktu luang sejati,
00:20:44menurut Josef Pieper,
00:20:46adalah pengalaman artistik yang mendalam,
00:20:49di mana kalian menikmati seni,
00:20:52di mana kalian menghasilkan karya seni,
00:20:53di mana kalian secara mendalam mengaktifkan belahan otak kanan
00:20:56kalian,
00:20:58yaitu belahan otak yang sebagian besar bertugas
00:21:00mengatur makna dan misteri.
00:21:03Itu sangatlah penting.
00:21:04Menghabiskan waktu di alam sangat mirip dengan itu,
00:21:07sebenarnya,
00:21:10karena keindahan adalah keindahan.
00:21:12Keindahan merangsang bagian kanan otak kalian
00:21:14dan mengarah pada pertumbuhan generatif
00:21:15baik dalam pengalaman artistik
00:21:16maupun pengalaman berbasis alam.
00:21:19Mempelajari ide-ide baru atau mempelajari keterampilan baru
00:21:21sangatlah penting,
00:21:23terutama jika kalian tidak mempelajarinya
00:21:26supaya bisa menghasilkan lebih banyak uang.
00:21:28Hal itu tidak didorong oleh tujuan ekstrinsik.
00:21:29Ingat, tujuan ekstrinsik adalah uang, kekuasaan,
00:21:31kekaguman dari orang lain.
00:21:33Tujuan intrinsik adalah iman, kasih sayang,
00:21:35pengalaman yang memberikan kepuasan secara intrinsik.
00:21:38Jadi jika kalian sedang mempelajari sesuatu,
00:21:40karena itu membuat kalian menjadi pribadi yang lebih mendalam, lebih spiritual,
00:21:44pribadi yang lebih menarik,
00:21:46terlepas dari apa yang akan dihasilkan
00:21:47berupa imbalan duniawi ini,
00:21:51ini adalah jenis aktivitas waktu luang
00:21:53yang cenderung bersifat kontemplatif dan sangat produktif,
00:21:54menurut Josef Pieper.
00:21:57Memperdalam hubungan pribadi,
00:21:59percakapan yang sangat, sangat, sangat mendalam dengan seseorang.
00:22:02Dan lagi, kalian bisa memikirkan semua percakapan
00:22:04yang kalian lakukan.
00:22:06Ide tentang aktivitas generatif yang mendalam melalui percakapan ini
00:22:09telah benar-benar mengubah cara saya berinteraksi dengan teman-teman,
00:22:10cara saya dan istri saya bersosialisasi.
00:22:12Jadi Esther dan saya, saya ingat beberapa tahun lalu,
00:22:17beberapa tahun yang lalu, mungkin 15 tahun yang lalu,
00:22:20kami menyadari bahwa kami tidak menyukai sebagian besar aktivitas sosial.
00:22:22Kami tidak menyukainya.
00:22:25Kami tidak begitu suka makan malam dengan teman-teman.
00:22:27Kami memikirkannya dan kami mencoba membedah
00:22:31mengapa halnya seperti ini.
00:22:32Mengapa itu membuat kami kesal?
00:22:33Dan jawabannya adalah karena percakapannya sangat dangkal.
00:22:36Seperti, di mana anak-anak kalian pergi berkemah?
00:22:37Oh ya, si kecil junior sedang ikut les berlayar.
00:22:38Jangan buang-buang waktu saya.
00:22:41Saya lebih suka berada dalam keheningan.
00:22:43Apa kalian bercanda?
00:22:45Dan karena itu kami membuat aturan, bahas yang mendalam atau pulang saja.
00:22:48Dan itu gila sekali, kawan.
00:22:50Maksud saya, jika kalian datang ke rumah saya untuk makan malam,
00:22:51kalian akan memakan makanan yang enak.
00:22:55Tapi bukan itu poinnya.
00:22:56Kalian akan dicecar pertanyaan mendalam.
00:22:58Apa yang paling kalian takuti?
00:23:01Itulah istri saya.
00:23:02Pembicaraannya akan sangat berat.
00:23:04Dan alasannya adalah karena kami tidak ingin acedia.
00:23:06Kami tidak ingin ada kemalasan spiritual dalam percakapan kami.
00:23:07Sebaliknya, kami ingin waktu luang dipahami dengan benar.
00:23:08Kami ingin belajar dan berkembang bersama kalian.
00:23:10Dan jika itu terasa berlebihan, oke, saya paham.
00:23:13Maksud saya, setiap orang punya selera berbeda.
00:23:16Tapi jenis hubungan mendalam yang bisa kalian miliki ini,
00:23:18maksud saya, itulah kehidupan di dalam kehidupan.
00:23:20Dan alasannya begitu sangat generatif
00:23:22di mana kalian pulang setelah percakapan seperti itu
00:23:25dan kalian berkata, saya merasa lebih baik, saya lebih baik.
00:23:27Hati saya terasa lebih penuh.
00:23:30Alasannya karena kalian baru saja merasakan jenis waktu luang
00:23:32yang perlu kalian rasakan sepanjang waktu.
00:23:35Dan jika kalian bertanya-tanya mengapa kalian tidak merasakannya setiap saat,
00:23:36itu karena kalian mungkin kurang mahir menikmati waktu luang.
00:23:39Dan poin utama dari ini nantinya adalah
00:23:41karena kalian perlu mengikuti tiga protokol waktu luang.
00:23:45Jadi ke sanalah arah kita.
00:23:47Nah, sebelum saya masuk ke protokol spesifik mengenai hal ini,
00:23:49saya ingin menjelaskan sedikit lagi tentang sains
00:23:52di balik cara kerja semua ini,
00:23:55penelitian ilmu perilaku di balik waktu luang yang mendalam,
00:23:58di balik aktivitas yang mendalam dan bagaimana itu memengaruhi orang
00:23:59serta bagaimana itu memengaruhi orang dalam cara yang generatif
00:24:01dan cara yang sangat produktif.
00:24:05Ada banyak literatur ilmu sosial
00:24:07yang membahas berbagai jenis aktivitas waktu luang
00:24:09dan bagaimana hal itu memengaruhi kalian.
00:24:11Dan poin utama dari sebagian besar literatur tersebut
00:24:13adalah waktu luang tanpa aktivitas apa pun,
00:24:15yang sebenarnya banyak di antaranya mencakup sebagian besar perjalanan liburan.
00:24:16Hal tersebut memberikan peningkatan kesejahteraan
00:24:18yang sifatnya sangat, sangat sementara.
00:24:21Itu sama sekali tidak bertahan lama.
00:24:24Sedangkan upaya yang melibatkan keterlibatan sosial yang mendalam,
00:24:27refleksi pribadi, banyak aktivitas alam,
00:24:30banyak aktivitas artistik,
00:24:31itu cenderung lebih menopang kesejahteraan.
00:24:34Ada sebuah artikel yang sangat menarik
00:24:38dalam Journal of Leisure Research.
00:24:39Ya, memang ada Jurnal Penelitian Waktu Luang.
00:24:42Ini berjudul Routine and Project-Based Leisure (Waktu Luang Rutin dan Berbasis Proyek).
00:24:43Itu dari tahun 2012.
00:24:45Jadi usianya sudah agak lama sekarang,
00:24:47tapi temuan ini menurut saya masih sangat relevan.
00:24:49Dan ada artikel lain yang dicantumkan di sana,
00:24:51Happiness Through Leisure (Kebahagiaan Melalui Waktu Luang),
00:24:52dari sebuah volume yang cukup menarik tentang hal ini.
00:24:56Saya akan mencantumkannya di catatan juga.
00:24:57Itu adalah sebuah volume berjudul Positive Leisure Science (Ilmu Waktu Luang Positif).
00:24:59Bagaimana para ilmuwan waktu luang benar-benar melakukan pekerjaan mereka?
00:25:01Kalian akan mempelajarinya jika mau.
00:25:04Oke, untuk lebih spesifik tentang literatur tersebut,
00:25:05pembahasannya terbagi dalam aspek keindahan,
00:25:07alam, dan beberapa bidang dasar lainnya.
00:25:10Saya tidak akan membahas ini selama tiga jam,
00:25:11tapi saya akan membawa kalian menelusuri sedikit
00:25:14dari apa yang ditinjau oleh literatur ini.
00:25:18Sebagai permulaan, keindahan menciptakan banyak resonansi emosional.
00:25:21Apa yang dilakukan keindahan, dan untuk menjelaskannya secara singkat,
00:25:24ini akan menjadi topik untuk banyak episode mendatang
00:25:25mengenai ilmu otak tentang lateralisasi hemisfer,
00:25:28yang tentunya berkaitan dengan dua belahan otak,
00:25:32bagaimana mereka bekerja secara berbeda.
00:25:35Inilah yang banyak diteliti dalam riset baru saya,
00:25:39yaitu bagaimana belahan otak kiri dan kanan,
00:25:42cenderung tidak serasi dan tidak seimbang dalam kehidupan modern.
00:25:44Dan itu menjelaskan ledakan depresi dan kecemasan
00:25:45saat kita menghabiskan terlalu banyak waktu di bagian kiri kepala kita
00:25:48dan kurang waktu di bagian kanan kepala kita.
00:25:49Salah satu cara untuk membuka belahan otak kanan kalian
00:25:52untuk menemukan lebih banyak makna, menemukan lebih banyak misteri,
00:25:55menemukan lebih banyak kasih sayang, menemukan lebih banyak kebahagiaan,
00:25:57adalah dengan memasukkan lebih banyak keindahan ke dalam hidup kalian.
00:25:59Dan kebanyakan orang, mereka mendapatkan keindahan dalam hidupnya
00:26:02melalui aktivitas waktu luang mereka.
00:26:04Inilah salah satu alasan kalian harus mahir menikmati waktu luang,
00:26:07karena kalian perlu menemukan makna dan misteri
00:26:10serta kebahagiaan dan cinta dan seterusnya, dan seterusnya.
00:26:13Keindahan menciptakan banyak resonansi emosional.
00:26:14Dan ada banyak hal lucu tentang ini, sebenarnya.
00:26:17Contohnya, jika suasana hati kalian cukup baik,
00:26:19kalian akan menemukan bahwa musik yang ceria akan membantu kalian terhubung dengan itu
00:26:22dan membantu kalian memahami bahwa itu bukan sekadar kesenangan semu
00:26:24yang kalian dapatkan dari memiliki suasana hati ini,
00:26:28tapi ada sesuatu di baliknya yang ingin kalian pelajari.
00:26:32Kalian bisa belajar dari pengalaman positif kalian,
00:26:36suasana hati positif kalian, emosi positif kalian.
00:26:39Dan salah satu caranya adalah dengan terhubung pada keindahan
00:26:40yang memiliki semacam aura kebahagiaan.
00:26:42Ada satu bagian dari penelitian yang menunjukkan
00:26:46bahwa lagu paling bahagia yang pernah ditulis
00:26:48adalah lagu Beach Boys berjudul “Good Vibrations”.
00:26:51Itu bukan selera saya, tapi sudahlah.
00:26:53Saya seorang musisi klasik lama,
00:26:55jadi selera saya agak berbeda.
00:26:57Tapi sebenarnya yang lebih menarik dari itu,
00:26:59literatur yang sama menunjukkan bahwa kalian bisa terhubung
00:27:03pada pengalaman mendalam dan belajar
00:27:05dari emosi negatif kalian,
00:27:06alih-alih mencoba mengusir emosi negatif kalian
00:27:08dengan mendengarkan lagu-lagu sedih.
00:27:11Kalian akan mendapatkan lebih banyak makna jika, saat kalian sedang tidak bekerja,
00:27:13kalian mendengarkan musik sedih
00:27:15saat kalian sedang merasa sedih.
00:27:17Dan kalian mungkin berkata, “Wah, itu berlawanan dengan intuisi.
00:27:19“Mendengarkan musik sedih akan membuat saya merasa lebih sedih.”
00:27:22Yah, itu tidak benar.
00:27:24Hal itu akan membantu kalian menempatkan emosi sedih kalian dalam konteksnya,
00:27:24saat kalian sedang mengalami putus cinta yang pahit,
00:27:26yang mungkin pernah kalian alami.
00:27:28Kalian ingin mendengarkan musik sedih
00:27:30karena itu membantu kalian memahami emosi kalian,
00:27:32tapi kalian juga sebenarnya mendapatkan manfaat
00:27:34dari waktu luang pada saat-saat tersebut.
00:27:35Melakukan hal ini secara sistematis adalah hal yang baik,
00:27:36yaitu mendengarkan lebih banyak musik
00:27:38yang sesuai dengan emosi kalian.
00:27:40Penciptaan karya seni bahkan lebih baik lagi
00:27:43dalam hal waktu luang generatif, ternyata.
00:27:45Dan ada banyak penelitian, terutama pada lansia,
00:27:47yang memiliki lebih banyak waktu luang.
00:27:49Perbedaan besar antara apakah kalian akan jadi lebih bahagia
00:27:50saat pensiun, atau sebaliknya kalian akan jadi lebih tidak bahagia
00:27:53saat pensiun, inilah perbedaannya.
00:27:55Apakah kalian mahir mengisi waktu luang atau tidak,
00:27:57itulah intinya.
00:28:00Maksud saya, saya sering berbicara dengan orang-orang tentang ruang transisi
00:28:02antara kerja penuh waktu dan masa pensiun.
00:28:04Dan itu hal yang sangat sulit karena perubahan itu,
00:28:06saya akan buat episode masa depan tentang pensiun, saya janji,
00:28:07karena ada protokol-protokol pensiun,
00:28:10hal-hal yang harus kalian lakukan saat pensiun,
00:28:13yang akan menghindarkan banyak masalah besar dan alami,
00:28:15masalah neurofisiologis, sebenarnya,
00:28:17tapi juga membantu kalian agar tidak membuat kesalahan yang bisa dihindari.
00:28:20Tapi secara umum,
00:28:22bahkan jika kalian sudah pensiun selama 10 tahun,
00:28:25kalian tidak akan menyukainya jika kalian,
00:28:28dan kalian akan mati lebih cepat jika kalian payah dalam mengisi waktu luang.
00:28:32Itulah kenyataannya.
00:28:33Jadi salah satu hal yang kami temukan adalah para lansia
00:28:35yang kesulitan dengan waktu luang mereka dan mereka sudah pensiun,
00:28:37tapi mereka sudah terlalu tua untuk bekerja.
00:28:39Salah satu cara kalian bisa sangat meningkatkan taraf hidup mereka
00:28:41adalah dengan memperkenalkan kegiatan produksi seni ke dalam hidup mereka.
00:28:44Dan mereka menyebutnya secara sederhana sebagai terapi seni.
00:28:47Mereka mulai melukis cat air atau membuat tembikar
00:28:50atau apa pun, menulis puisi,
00:28:52menulis haiku atau semacamnya.
00:28:55Ini jauh lebih mendalam dari itu.
00:28:58Bukan sekadar semacam terapi seni
00:29:01agar orang tua tidak merasa depresi.
00:29:04Sebaliknya, ini adalah pemahaman yang sangat penting
00:29:06bahwa mereka sebenarnya mampu merasakan
00:29:08dan menghasilkan waktu luang yang produktif untuk pertama kalinya.
00:29:09Dan mereka menggunakan otak mereka
00:29:11seperti seharusnya otak itu digunakan.
00:29:14Ini juga bersifat terapeutik dalam hal lain, tentu saja.
00:29:16Ada banyak karya yang menunjukkan bahwa para lansia
00:29:20saat mereka berpikir kalian bisa meringankan
00:29:21banyak masalah neurologis dengan memperkenalkan keindahan.
00:29:23Dan itu hampir pasti merupakan fenomena hemisfer kanan
00:29:25di otak mereka.
00:29:27Ada banyak penelitian tentang penyakit Parkinson.
00:29:29Saat orang-orang, ketika mereka mendengar potongan musik yang ritmis,
00:29:32orang-orang yang memiliki masalah kinetik,
00:29:35mereka mengalami kaku tubuh akibat Parkinson.
00:29:36Ketika mereka mendengar potongan musik yang ritmis, mereka bisa bergerak lebih baik.
00:29:38Dan saya ingat ini, ibu saya benar-benar menderita
00:29:42kekakuan akibat banyak sindrom Parkinson
00:29:43yang ia alami di akhir masa hidupnya.
00:29:45Ia meninggal di usia yang relatif muda dan itu sulit
00:29:47karena ia memiliki banyak masalah kesehatan.
00:29:49Dan ada saat-saat ketika ia tidak bisa bergerak sama sekali.
00:29:53Dan salah satu hal yang ia lakukan
00:29:55adalah karena ia telah menjadi musisi klasik seumur hidupnya.
00:29:57Ia adalah pelukis profesional
00:29:58dan ia juga pemain biola dan piano amatir yang hebat.
00:30:03Ia akan menyalakan musik.
00:30:05Ia akan memutar karya Prokofiev berjudul “Love of Three Oranges”
00:30:08yang memiliki bagian musik mars di tengahnya.
00:30:09Dan ia akan memutar musik mars ini, mars karya Prokofiev,
00:30:12dan ia akan mulai berjalan.
00:30:13Musik itu membantunya untuk mulai berjalan lagi.
00:30:16Dan itu adalah fenomena yang bisa digeneralisasikan.
00:30:19Pasien Alzheimer, saat mereka kesulitan
00:30:22mengingat hal-hal umum, jika kalian memutar musik
00:30:24yang sebenarnya mereka ingat dari waktu tertentu,
00:30:26mereka juga akan mengingat wajah dan nama dari masa itu.
00:30:28Jadi ada semua hal terapeutik ini.
00:30:30Itu agak sedikit terpisah dari apa yang saya bicarakan di sini,
00:30:33yaitu kebahagiaan dan menggunakan waktu luang kalian dengan tepat.
00:30:35Tapi ada begitu banyak hal baik yang sebenarnya dihasilkan dari itu.
00:30:39Itulah poin saya.
00:30:40Alam, tentu saja, dan ini adalah masalah besar.
00:30:43Salah satu masalah terbesar yang kita miliki
00:30:46adalah kita tidak tahu cara menikmati waktu luang yang baik.
00:30:47Dan salah satu alasannya adalah kita tidak
00:30:49berada di alam secara alami.
00:30:53Jika kalian ingin terinspirasi oleh waktu luang yang tepat,
00:30:54bacalah kembali buku “Walden” karya Henry David Thoreau
00:30:57atau esai-esainya yang lain.
00:30:59Walden itu lumayan.
00:31:01Esai-esai hebatnya diterbitkan di The Atlantic pada tahun 1860-an,
00:31:04biasanya tepat setelah kematiannya.
00:31:07Dan salah satu esainya yang paling terkenal di The Atlantic
00:31:09berjudul “Walking” (Berjalan).
00:31:10Saya akan menaruhnya di catatan acara.
00:31:14Kalian bisa kembali dan mengekliknya dari arsip
00:31:16The Atlantic.
00:31:18Di sini ada alam ibu kita yang luas, liar, dan menaungi kita,
00:31:20terbentang di sekeliling dengan keindahan luar biasa
00:31:22dan kasih sayang pada anak-anaknya seperti seekor macan tutul.
00:31:24Namun kita terlalu dini disapih dari dadanya
00:31:25menuju masyarakat, menuju budaya itu, yang secara eksklusif
00:31:27merupakan interaksi antara manusia dengan manusia.
00:31:31Maksud saya, itu diterbitkan di majalah pada masa itu.
00:31:34Itu adalah perayaan atas belahan otak kanan
00:31:36Henry David Thoreau saat ia berada di alam bebas.
00:31:39Dan ia mungkin dibayar untuk esai tersebut,
00:31:42tapi ia tentu saja tidak dibayar untuk kegiatan berjalan kaki
00:31:45yang melatarbelakanginya.
00:31:48Hal ini menjadi masalah besar.
00:31:52Menghabiskan periode waktu yang signifikan setiap hari di alam.
00:31:54Itu adalah pengalaman 90% orang Amerika
00:31:58di awal abad ke-19.
00:31:59Jumlahnya kurang dari 20% di akhir abad ke-20
00:32:01bagi orang Amerika saat ini.
00:32:03Berjalan-jalan di luar ruangan dulunya adalah bagian biasa dari kehidupan,
00:32:08dan sekarang jumlahnya semakin berkurang.
00:32:10Tapi alam juga makin jarang menjadi bagian dari cara orang melihat hidupnya,
00:32:12makin jarang orang benar-benar merasakan alam.
00:32:14Dan hasilnya adalah mereka semakin kurang mendapatkan
00:32:17alam variasi Pieper.
00:32:18Kurang generatif.
00:32:21Kurang kontemplatif, cara orang menjalani hidup mereka.
00:32:24Salah satu cara terbaik agar kalian bisa berkontemplasi
00:32:26dan menikmati hidup adalah, kawan, pergilah ke luar.
00:32:28Itulah sebabnya - ini lucu sekali.
00:32:29Banyak orang memiliki ini - anak muda zaman sekarang,
00:32:32anak-anak saya yang berusia 20-an, mereka punya ungkapan ini
00:32:34saat mereka terlalu sering online, dan mereka
00:32:37ingin kembali berhubungan dengan kenyataan.
00:32:40Mereka bilang - mereka punya ungkapan ini, “touch grass” (sentuhlah rumput).
00:32:42Maksudnya apa?
00:32:44Secara harfiah, pergilah ke luar dan sentuhlah makhluk hidup yang tumbuh ini
00:32:46alih-alih menatap layar kalian sepanjang hari.
00:32:50Pesan dasarnya adalah, menjauhlah
00:32:53dari aktivitas generatif ini yang
00:32:53menempatkan kalian di bagian otak yang salah, dan pergilah ke luar
00:32:57dan rasakan jenis generatif ini, jika bukan waktu luang,
00:32:59setidaknya beristirahatlah dari diri kalian sendiri.
00:33:03Ada banyak sekali penelitian tentang hal ini.
00:33:05Suatu saat, saya harus membuat acara khusus tentang alam.
00:33:08Tapi cukuplah dikatakan bahwa sangat jelas dalam penelitian
00:33:12bahwa semakin banyak waktu yang kalian habiskan di luar merasakan alam
00:33:14sebagai bagian dari waktu luang, ini adalah jalan pintas
00:33:16untuk merasakan waktu luang dengan cara yang benar.
00:33:21Bahkan lebih baik lagi, coba pikirkan tiga atau empat
00:33:24ide besar kontemplatif dan filosofis
00:33:28yang ingin kalian pahami.
00:33:31Lalu pergilah berjalan kaki selama satu jam, setengah jam
00:33:33sebelum matahari terbit.
00:33:36Dan merasakan matahari terbit tanpa perangkat gadget kalian,
00:33:38sambil memikirkan tiga hal filosofis tersebut.
00:33:39Kalian akan melakukan banyak hal bermanfaat sekaligus.
00:33:41Hidup kalian akan jadi lebih baik.
00:33:43Oke, kami menemukan di banyak literatur
00:33:45bahwa saat waktu luang dirasakan dengan tepat melalui cara-cara
00:33:47yang sudah saya bicarakan sejauh ini, ini baru dua cara.
00:33:51Ekspresi artistik dan alam, bahwa kecemasan akan berkurang.
00:33:52Suasana hati jadi lebih baik.
00:33:55Memori kerja jadi lebih baik.
00:33:59Ini lebih baik bagi kalian apa adanya.
00:34:01Dan lagi, kalian mungkin berkata pada diri sendiri,
00:34:06mungkin itu sama saja dengan sekadar duduk di pantai.
00:34:07Tapi ingat, harus ada sesuatu
00:34:09yang memiliki isi atau konten di dalamnya.
00:34:11Karena itulah yang sebenarnya dibutuhkan otak kalian.
00:34:13Itulah yang sebenarnya dibutuhkan hidup kalian.
00:34:15Hal itu juga - catatan sampingan -
00:34:17akan meningkatkan kinerja pekerjaan kalian.
00:34:19Dan sekali lagi, itu bukan tujuan utama saya.
00:34:22Ingatlah bahwa tidak benar jika waktu luang hanyalah
00:34:25ketiadaan pekerjaan.
00:34:27Tapi waktu luang, jika dipahami dengan benar, akan meningkatkan kinerja pekerjaan kalian.
00:34:28Besi menajamkan besi, seperti kata pepatah di Kitab Amsal.
00:34:30Itu artinya saat pekerjaan kalian lebih baik
00:34:33dan kalian mahir mengisi waktu luang, waktu luang kalian akan lebih baik.
00:34:34Dan waktu luang kalian jadi lebih terampil
00:34:38karena apa yang kita bicarakan di sini,
00:34:40bahwa pekerjaan kalian juga akan membaik.
00:34:42Sangat jelas bahwa saat orang hebat dalam mengisi waktu luang,
00:34:44pekerjaan mereka jadi jauh lebih baik.
00:34:46Ada studi tahun 2012 yang sangat menarik
00:34:47berjudul “Creativity in the Wild--
00:34:48Improving Creative Responses Through Immersion
00:34:51in Natural Settings.”
00:34:53Dan itu ada di PLOS One.
00:34:55Itu ada di jurnal sains terkemuka.
00:34:57Sekali lagi, saya masukkan ke catatan acara.
00:35:00Isinya pada dasarnya membahas bagaimana kalian jadi lebih baik.
00:35:01Konsentrasi kalian jadi lebih baik.
00:35:02Ingatan kalian lebih baik.
00:35:04Fokus kalian lebih baik.
00:35:06Kalian bekerja dengan lebih gembira jika kalian hebat dalam mengisi waktu luang.
00:35:09Juga benar bahwa kalian akan jadi lebih baik
00:35:10dalam mencapai banyak tujuan spiritual saat kalian mahir melakukannya
00:35:12jika kalian menggunakan waktu luang secara khusus
00:35:15untuk jenis tujuan tersebut.
00:35:20Saat orang-orang diminta untuk merasakan kekaguman
00:35:22dan benar-benar memperhatikan kedalaman dari apa yang mereka
00:35:26rasakan di luar ruangan--
00:35:29sebuah studi Jepang yang hebat menunjukkan bahwa mereka memiliki
00:35:30transendensi diri yang lebih tinggi, rasa kedekatan yang lebih besar
00:35:34kepada Tuhan, dan sebagainya, dan sebagainya.
00:35:37Oke, itu tadi sekadar pemanasan karena kita
00:35:38harus masuk ke inti dari bahasan ini, yaitu bagaimana cara
00:35:40kalian lebih mahir menikmati waktu luang?
00:35:43Tiga protokol waktu luang.
00:35:46Kalian tahu saya sangat menyukai hal-hal ini.
00:35:47Dan pada dasarnya, ada tiga hal yang perlu kalian lakukan.
00:35:51Kalian perlu menyusun struktur waktu luang kalian.
00:35:52Kalian jangan membuang-buang waktu luang kalian.
00:35:55Dan kalian perlu menetapkan tujuan waktu luang.
00:35:57Inilah tiga hal yang perlu kalian lakukan.
00:36:00Dan sekali lagi, ini mungkin terdengar seperti saya mengubah waktu luang kalian
00:36:02menjadi pekerjaan.
00:36:04Padahal tidak.
00:36:06Saya hanya meminta kalian menganggap serius waktu luang kalian.
00:36:08Mungkin ada dari kalian yang menonton ini sambil bergumam,
00:36:09saya tidak butuh hal ini.
00:36:10Jika kalian tidak butuh, bagus, tapi mungkin saja sebenarnya kalian butuh
00:36:11tapi tidak menyadarinya.
00:36:13Dan saya sendiri membutuhkannya.
00:36:15Inilah yang saya lakukan karena saya ingin kehidupan yang lebih baik,
00:36:16dan ini benar-benar telah mengubah hidup saya.
00:36:18Dan saya sudah mempraktikkan ini dengan murid-murid saya,
00:36:20para pengejar target yang luar biasa, dan itu benar-benar sangat membantu mereka.
00:36:21Saya ingin kalian menjadi atlet elit dalam hal waktu luang,
00:36:23dan inilah tiga cara untuk mewujudkannya.
00:36:25Nomor satu adalah menyusun struktur waktu luang kalian.
00:36:27Artinya perlakukan waktu luang kalian dengan cara yang sama
00:36:31seperti kalian memperlakukan sesi olahraga kalian.
00:36:35Kalian tidak pergi ke gym dan asal-asalan melakukan sesuatu.
00:36:37Saya tidak tahu.
00:36:39Mungkin saya akan naik alat elips selama--
00:36:40bahkan tidak menyalakan pengatur waktu.
00:36:42Hanya asal gerak saja.
00:36:44Lalu asal mengambil beban ini dan mengambil beban itu.
00:36:45Cara itu justru membuat frustrasi, bukannya
00:36:47membuat tubuh jadi lebih bugar.
00:36:49Ada banyak orang yang sebenarnya melakukan itu.
00:36:50Mereka pergi ke gym dan mengira hanya dengan berada di gym,
00:36:52kesehatan mereka akan jadi lebih baik.
00:36:54Poinnya bukan sekadar berada di gym.
00:36:55Tapi apa yang sebenarnya kalian lakukan di dalam gym.
00:36:57Sama halnya dengan berada di pantai, itu bukan intinya.
00:37:00Apa yang sebenarnya kalian lakukan saat waktu luang di pantai
00:37:03itulah yang sebenarnya penting.
00:37:04Dan itu artinya aktivitas tersebut harus terstruktur.
00:37:06Tiga hal yang harus dilakukan - anggap serius, jadwalkan,
00:37:09dan rencanakanlah, begitulah intinya.
00:37:12Itu artinya meninggalkan perangkat gadget kalian,
00:37:14memastikan bahwa kalian sudah menyusun strukturnya
00:37:16sehingga kalian tahu apa yang sebenarnya akan kalian lakukan.
00:37:18Kalian memiliki agenda aktivitas yang kalian
00:37:21lakukan pada hari tertentu di waktu tertentu.
00:37:25Kalian melakukan berbagai jenis waktu luang.
00:37:26Itu sangatlah penting.
00:37:29Dan sebenarnya cukup menarik
00:37:32bagaimana orang-orang menyusun hal ini di masa lalu.
00:37:36Banyak agama, misalnya, memiliki konsep
00:37:38yang disebut jam suci (holy hour) di masa kakek nenek kalian
00:37:39jika mereka beragama Katolik di Amerika.
00:37:41Mereka biasanya menonton acara di CBS ini yang dipandu--
00:37:43itu sebenarnya acara jam tayang utama paling populer di CBS,
00:37:45percaya atau tidak, oleh seorang uskup Katolik
00:37:48bernama Fulton Sheen.
00:37:50Dan dia punya pengikut yang sangat fanatik.
00:37:53Dia akan tampil dengan jubah merahnya.
00:37:57Dan dia akan berbicara tentang jam suci
00:37:59dan melakukan jam suci yang terstruktur setiap hari.
00:38:01Dan dia merekomendasikan agar semua orang, terutama
00:38:03para imam, tapi juga umat awam, melakukan jam suci ini.
00:38:05Nah, alasan kenapa hal itu begitu populer - dia memang hebat.
00:38:07Tapi alasannya karena itulah yang ditonton semua umat Katolik
00:38:10di CBS pada satu malam tertentu dalam seminggu.
00:38:12Dan selama jam suci itu, dia akan
00:38:15merekomendasikan doa, membaca kitab suci, dan meditasi
00:38:17sebagai apa yang harus mereka lakukan.
00:38:19Tapi benar-benar dilakukan secara sangat terstruktur.
00:38:23Tidak ada orang yang dibayar untuk itu.
00:38:24Seorang imam tidak mendapatkan bonus dalam cek gajinya
00:38:26dan kalian pun, jika melakukan sesuatu seperti jam suci,
00:38:27juga tidak akan mendapatkannya.
00:38:29Tapi itu adalah hal yang sangat terstruktur dan terjadwal
00:38:30yang sebenarnya akan kalian lakukan.
00:38:34Hal itu, menurut Pieper, adalah waktu luang.
00:38:36Dan itu adalah waktu luang generatif karena kalian
00:38:37selesai melakukan jam suci kalian.
00:38:40Dan jika kalian melakukannya, saya juga melakukannya--
00:38:41maksud saya, setiap hari, protokol pagi saya,
00:38:44coba tonton kembali acara itu.
00:38:45Kalian akan melihat ini adalah sesuatu yang saya lakukan.
00:38:46Saya selesai melakukannya dengan perasaan yang sangat generatif, jauh lebih baik.
00:38:48Hidup saya jadi lebih baik sebagai hasilnya.
00:38:50Dan itu, menurut Pieper, bukan sekadar
00:38:51karena apa yang saya lakukan secara spiritual,
00:38:53bukan karena apa yang saya lakukan untuk menjalankan agama saya,
00:38:58tapi karena saya memahami waktu luang sebagaimana
00:39:00seharusnya itu dipahami.
00:39:03Jadi itulah yang sebenarnya kita bicarakan, sebuah struktur.
00:39:05Seperti, saya berjalan kaki selama 30 hingga 40 menit setelah makan malam
00:39:07bersama Esther setiap hari saat saya sedang di rumah.
00:39:09Itu adalah bagian dari waktu luang saya yang terstruktur.
00:39:11Itu sudah terjadwal.
00:39:14Itulah yang kami lakukan.
00:39:18Sudah direncanakan.
00:39:20Itu adalah waktu yang benar-benar kami luangkan.
00:39:22Kami bahkan memiliki--
00:39:24karena hari sudah gelap, karena kami makan malam lebih awal,
00:39:24dan kami selesai makan malam pukul 18.30 atau 18.45.
00:39:25Kami punya lampu-lampu kecil di jaket kami.
00:39:27Ini benar-benar kegiatan pasangan yang sudah tua.
00:39:28Lampu saya berwarna hijau, dan punya dia merah.
00:39:31Kami berdua jadi kelihatan seperti pohon Natal.
00:39:34Yah, itu tadi cuma selingan.
00:39:36Oke, itu adalah protokol nomor satu.
00:39:38Anggap serius seperti kalian menganggap serius latihan di gym.
00:39:39Susun strukturnya.
00:39:41Jadwalkan.
00:39:43Kedua, jangan sia-siakan.
00:39:44Lucu sekali, karena orang-orang biasanya
00:39:47punya waktu satu jam untuk beristirahat.
00:39:48Itu adalah waktu yang berharga.
00:39:49Lalu mereka justru menyia-nyiakannya.
00:39:51Misalnya, saya mau lihat berita sebentar,
00:39:53sekadar gulir tajuk berita, tonton beberapa video.
00:39:55Seperti, mari kita lihat apa yang terjadi di media sosial.
00:39:57Mari saya cek notifikasi saya.
00:39:59Jangan lakukan itu.
00:40:02Itu sangat membuang-buang waktu.
00:40:05Maksud saya, kalian tidak akan melakukan itu saat memulai--
00:40:08mungkin kalian melakukannya saat mulai bekerja.
00:40:10Itu juga membuang-buang waktu saat kalian mulai bekerja.
00:40:11Itu seperti, kalian tahu, dulu saya punya seekor anjing.
00:40:11Saya sayang sekali pada anjing saya, Chucho.
00:40:13Dia anjing yang sangat baik.
00:40:14Dia mati setelah 12 tahun yang bahagia bersama keluarga saya.
00:40:17Tapi sebelum Chucho mau tidur,
00:40:19dia punya bantal yang diletakkan di dekat pintu.
00:40:20Dan dia akan, seperti, berputar-putar di atas bantal itu.
00:40:21Kenapa kamu berputar-putar di atas bantal?
00:40:25Dia berputar-putar di atas bantal itu selama beberapa menit,
00:40:27terkadang sampai lama sekali,
00:40:30sebelum dia akhirnya merebahkan diri.
00:40:33Katanya, memangnya kamu tidak mau tidur?
00:40:35Sudahlah, saya di sini bukan untuk melakukan psikoanalisis pada Chucho yang sudah mati.
00:40:37Tapi kita sering melakukan itu dengan waktu luang kita, dengan istirahat kita juga.
00:40:39Kita tidak benar-benar langsung melakukannya karena alasan tertentu.
00:40:41Ini hal yang serius, jadi jangan buang-buang waktu kalian.
00:40:42Jika rencana kalian adalah membaca buku dari jam 6 sampai jam 7 pagi,
00:40:45yang bukan merupakan buku tentang pekerjaan, kalian
00:40:50sedang membaca Summa Theologiae karya Thomas Aquinas
00:40:52atau The Brothers Karamazov karya Dostoevsky.
00:40:55Catatan tambahan, jika kalian ingin daftar rekomendasi buku yang bagus,
00:40:59buka situs web saya, arthurbrooks.com.
00:41:01Saya memenangkan Rekor Dunia Guinness untuk daftar buku
00:41:04paling aneh di dunia.
00:41:07Itu bohong.
00:41:09Saya baru saja berbohong.
00:41:11Itu tidak benar.
00:41:14Tapi bisa saja terjadi, siapa tahu kalau mereka
00:41:15punya rekor dunia semacam itu.
00:41:15Semua buku itu adalah bacaan waktu luang yang bagus untuk kalian.
00:41:16Buku-buku itu telah menjadi bacaan waktu luang bagi saya.
00:41:16Saya tidak menghasilkan uang sepeser pun dari membaca buku-buku tersebut.
00:41:18Jika itu adalah tujuan waktu luang kalian dari jam 6 sampai jam 7,
00:41:20maka lakukanlah.
00:41:24Maksud saya, pukul 6 sampai 7 pagi, bam, kalian membaca.
00:41:26Kalian tidak membuang-buang waktu.
00:41:28Kalian sudah menyiapkan buku kalian dalam keadaan terbuka.
00:41:31Saya sarankan jika kalian akan bangun pagi dan melakukannya,
00:41:32letakkan bukunya di dekat sofa atau kursi
00:41:35tempat kalian akan membaca nanti.
00:41:37Buka di halaman yang akan kalian baca,
00:41:38sehingga kalian tidak membuang waktu sama sekali.
00:41:41Mulailah berjalan tepat waktu.
00:41:43Maksud saya, ding, ding, ding, alarmnya berbunyi.
00:41:45Langsung berangkat.
00:41:47Jika kalian pergi ke museum hari Sabtu ini untuk mengisi waktu luang,
00:41:49datanglah tepat waktu, seperti saat ada janji bisnis.
00:41:51Jika kalian tidak menganggap serius waktu tersebut seperti janji
00:41:54bisnis, artinya kalian tidak menganggap serius waktu luang kalian,
00:41:55dan kalian bukan seorang atlet elit dalam hal waktu luang.
00:41:58Itu tadi nomor dua.
00:42:01Jangan buang-buang waktu kalian.
00:42:03Nomor tiga, tetapkan tujuan waktu luang yang spesifik.
00:42:06Tetapkan tujuan tentang apa yang sebenarnya ingin kalian
00:42:09capai dalam hati, pikiran, dan jiwa dengan waktu luang tersebut.
00:42:10Kita adalah orang-orang yang sangat berorientasi pada tujuan, dan kita mendapatkan lebih banyak pembelajaran
00:42:10dan generativitas.
00:42:14Kita juga mendapatkan lebih banyak kebahagiaan saat kita membuat kemajuan dalam hidup.
00:42:15Kalian tidak seharusnya hanya memiliki kemajuan dalam hal
00:42:21olahraga di gym dan pekerjaan kantor.
00:42:24Kalian juga harus membuat kemajuan dalam hal waktu luang
00:42:25kalian juga.
00:42:30Jadi jika selama waktu luang kalian, yang sekali lagi, ini bukan sekadar
00:42:32bersantai, jika kalian sudah memutuskan, dengar,
00:42:34saya akan membaca seluruh isi Alkitab.
00:42:37Karena, maksud saya, saya tidak peduli.
00:42:38Dan omong-omong, bahkan jika kalian seorang ateis,
00:42:41kalian tetap harus membaca seluruh isi Alkitab, karena itu
00:42:43adalah buku paling berpengaruh yang pernah ditulis dalam masyarakat.
00:42:46Jadi kalian harus mengetahuinya.
00:42:48Kalian harus mengetahuinya untuk memahami semua hal aneh
00:42:51yang dikatakan orang-orang.
00:42:53Jika kalian sama sekali tidak setuju dengannya,
00:42:56setidaknya kalian sudah memahaminya.
00:42:58Jadi bacalah seluruh isi Alkitab.
00:43:00Tapi itu adalah aktivitas waktu luang, memahami waktu luang sebagaimana
00:43:01yang kita definisikan dalam episode ini.
00:43:03Artinya, tetapkan tujuan untuk melakukannya.
00:43:04Ada sejuta aplikasi yang bisa kalian dapatkan.
00:43:05Ada sejuta rencana online yang
00:43:08bisa kalian dapatkan untuk membaca Alkitab dalam satu tahun penuh
00:43:10dengan cara tertentu, di mana kalian membacanya
00:43:13selama periode waktu tertentu,
00:43:15dan kalian memikirkan apa arti sebenarnya.
00:43:18Dan lagi, jika kalian tidak religius,
00:43:20kalian tidak memikirkan apa artinya bagi jiwa kalian.
00:43:22Kalian hanya memikirkan secara harfiah apa yang
00:43:24sedang terjadi secara historis atau semacamnya.
00:43:26Tapi tetapkanlah tujuan untuk membaca seluruh isi Alkitab
00:43:27dan selesaikanlah itu dalam satu tahun tertentu.
00:43:30Itu rasanya sangat memuaskan.
00:43:31Kalian akan seperti, wah, sudah selesai baca Kitab Imamat.
00:43:33Memangnya kalian mau membaca Kitab Imamat atas kemauan sendiri?
00:43:35Tidak, kalian harus menyusun strukturnya.
00:43:38Dan kalian harus menetapkan tujuan untuk menyelesaikannya.
00:43:39Jika kalian seorang meditator, tingkatkan meditasi kalian sampai pada titik
00:43:41di mana kalian bisa melakukan retret selama seminggu
00:43:44dan cantumkan di kalender kalian.
00:43:45Jika kalian mendengarkan musik dan kalian
00:43:48fokus pada komposer tertentu--
00:43:51dan saya rekomendasikan Johann Sebastian Bach, yang merupakan komposer
00:43:53terhebat yang pernah hidup.
00:43:54Hei, kawan, saya akan membuat episode khusus tentang Bach.
00:43:56Bach, jika kalian ingin memahami bagaimana Bach bisa mengubah hidup kalian,
00:43:58kalian harus mulai mendengarkan karya Bach.
00:44:00Tapi dengarkan sedikit setiap hari.
00:44:01Cari caranya, mengobrollah dengan seseorang.
00:44:05Atau di internet, ada jutaan program tentang hal ini juga,
00:44:09untuk mempelajari apresiasi tentang bagaimana musik Bach bekerja.
00:44:10Lalu pergilah menonton konser enam bulan lagi dari karya
00:44:12B Minor Mass karya Bach, mahakaryanya dari tahun 1749.
00:44:14Itu adalah puncak dari era High Baroque.
00:44:17Tapi lakukan persiapan yang mengarah pada penetapan tujuan khusus ini
00:44:21agar bisa terwujud dalam hidup kalian.
00:44:26Nah, itulah tiga protokolnya.
00:44:30Izinkan saya kembali ke satu pertanyaan singkat.
00:44:32Josef Pieper menegaskan bahwa waktu luang
00:44:35adalah dasar dari budaya.
00:44:38Benarkah demikian?
00:44:40Ini bukan tahun 1964 lagi saat dia menulis buku ini.
00:44:41Saya rasa waktu luang bukan lagi dasar budaya kita, setidaknya
00:44:44waktu luang yang dipahami dengan benar.
00:44:46Saya rasa salah satu masalah terbesar yang kita miliki--
00:44:47dan jangan salah sangka, saya menyukai sistem wirausaha.
00:44:50Tapi saya rasa pekerjaanlah yang menjadi dasar budaya kita.
00:44:54Benar-benar begitu di Amerika Serikat.
00:44:55Dan itu adalah masalah besar, karena apa yang
00:44:57kita pilih untuk lakukan saat kita tidak dibayar,
00:45:01itulah sebenarnya jati diri kita sebagai manusia.
00:45:03Dan jika sebenarnya kita cuma melakukan dua hal, bekerja dan kemudian mencoba
00:45:05mencari napas agar kita bisa kembali lagi bekerja,
00:45:07itu masalah besar.
00:45:10Itu adalah masyarakat yang sangat, sangat sakit.
00:45:13Dan menurut saya bagi banyak orang, dan kalian
00:45:17bisa berargumen untuk sebagian besar budaya kita,
00:45:21kenyataannya memanglah seperti itu.
00:45:23Mari kita bahas secara personal.
00:45:26Saya juga, bagian terburuk dalam hidup saya
00:45:28adalah saat spesies saya bukan Homo sapiens.
00:45:31Saya adalah Homo economicus.
00:45:32Dan hanya pada bagian-bagian hidup saya
00:45:34di mana saya belajar untuk memahami dan mempraktikkan kerja dan waktu luang
00:45:37dalam keseimbangan yang tepat, barulah budaya keluarga saya,
00:45:40budaya di mana saya mencoba menjadi bagiannya, cara
00:45:42saya benar-benar mencoba berkontribusi secara generatif
00:45:45terhadap budaya tempat saya bernaung, menjadi lebih baik.
00:45:50Dan itu sebagian besar didorong oleh apa yang orang
00:45:54tidak bayar untuk saya lakukan, itulah hal yang indah.
00:45:57Dugaan saya adalah jika saya melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kalian di sini
00:45:58saat ini, itu karena apa yang sebenarnya sedang terjadi
00:46:01di dalam hati, otak, jiwa, dan pikiran saya
00:46:03saat saya sebenarnya tidak sedang melakukan pekerjaan saya,
00:46:06saat saya sedang bercengkerama dengan orang-orang yang saya sayangi,
00:46:09saat saya berada dalam masa kontemplasi dan doa,
00:46:11saat saya mencoba memahami siapa diri saya, saat saya,
00:46:14seperti yang dikatakan Josef Pieper, sedang menikmati waktu luang yang dipahami
00:46:16dengan benar.
00:46:18Lalu bagaimana dengan kalian?
00:46:22Apakah kalian butuh perbaikan?
00:46:25Kalian perlu jadi lebih baik dalam hal ini?
00:46:29Jika kalian melakukan ini, saya janji, kalian tidak akan menyesal.
00:46:29Hidup kalian akan jadi lebih baik.
00:46:31Tapi jika berhasil, jangan lupa untuk berbagi.
00:46:32Karena jika kalian berbagi, hal itu akan jadi permanen.
00:46:34Kalian akan merasa bertanggung jawab untuk menjaganya.
00:46:37Nah, itulah pembahasan kita soal waktu luang.
00:46:39Mari saya jawab beberapa pertanyaan singkat sebelum kita tutup.
00:46:42Seperti biasa, kami senang menjawab pertanyaan
00:46:44di akhir episode.
00:46:45Ini pertanyaan bagus dari Zoe Krizak melalui email.
00:46:46Terima kasih, Zoe.
00:46:49Saya percaya ketika orang-orang menjadi sukarelawan bersama kami
00:46:52dan dia mengelola sebuah organisasi nirlaba,
00:46:53mereka jadi lebih bahagia.
00:46:56Apakah itu benar?
00:46:57Bagaimana kita membuktikannya?
00:47:00Ya.
00:47:02Saya menulis seluruh buku tentang hal itu.
00:47:04Buku pertama yang pernah saya tulis yang dibaca banyak orang--
00:47:04Padahal saya sudah menulis banyak buku akademis yang payah dan membosankan sebelumnya.
00:47:05Tapi buku pertama yang pernah saya tulis berjudul Who Really Cares
00:47:06tahun 2006.
00:47:07Dan omong-omong, itu sebenarnya sangat akademis dan membosankan.
00:47:10Tapi alasan orang-orang membacanya adalah karena, anehnya,
00:47:14Presiden Amerika Serikat
00:47:17membaca dan membicarakannya.
00:47:18Itu benar-benar mengubah hidup saya saat itu terjadi, percayalah.
00:47:21Tapi itu adalah buku tentang siapa yang memberi dan siapa yang tidak
00:47:23dan dampaknya bagi kehidupan orang-orang.
00:47:25Dan buku itu, Who Really Cares, benar-benar
00:47:27memiliki banyak riset di dalamnya tentang segala hal indah
00:47:29yang sebenarnya terjadi pada orang-orang saat mereka memberi kepada orang lain.
00:47:31Itu adalah bentuk transendensi, untuk melampaui diri sendiri.
00:47:33Salah satu cara terbaik yang bisa kalian lakukan untuk membuat hidup jadi lebih baik
00:47:35adalah dengan menjauh sejenak dari diri sendiri.
00:47:38Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menyayangi dan melayani
00:47:41orang lain.
00:47:43Dan cara termudah untuk itu adalah dengan menjadi sukarelawan.
00:47:45Cara termudah adalah dengan menjadi sukarelawan.
00:47:47Saya berjanji, kalian tidak akan menyesal.
00:47:49Terima kasih atas pertanyaannya, Zoe.
00:47:50Holly Johnson melalui email.
00:47:53Bagaimana cara mengatasi skeptisisme dan sinisme pada orang lain?
00:47:55Bagaimana cara menunjukkan kepada mereka bahwa mengekspresikan rasa syukur
00:47:57bukanlah latihan sia-sia orang bodoh.
00:47:58Ya, ya, ya.
00:48:00Begini caranya.
00:48:04Kalian tunjukkan contohnya.
00:48:07Jangan marahi siapa pun.
00:48:09Jangan bilang, jangan jadi orang sinis.
00:48:11Tidak ada yang mau mendengar itu.
00:48:12Itu tidak akan mengubah hati siapa pun.
00:48:13Cara kalian melakukannya adalah dengan memperlihatkan ketulusan kalian sendiri.
00:48:14Ada hal lucu tentang sinisme.
00:48:15Skeptisisme bisa bermasalah, tapi saya
00:48:17tidak begitu mengkhawatirkannya.
00:48:18Dan omong-omong, sinisme dan skeptisisme,
00:48:21keduanya sebenarnya berasal dari dua aliran yang berbeda
00:48:23dari filsafat Yunani kuno, kaum Sinis dan kaum Skeptis.
00:48:26Dan kaum Skeptis jauh lebih luar biasa.
00:48:27Jadi siapa tahu?
00:48:30Saya mungkin akan membahas itu di episode mendatang.
00:48:32Tapi poin utamanya adalah adanya
00:48:36semacam kecenderungan untuk saling terikat dalam sinisme.
00:48:40Ini sangat melelahkan, kawan.
00:48:41Dan kalian seolah terikat karena kesamaan pandangan sinis dan negatif
00:48:43tentang kejadian terkini.
00:48:45Jangan biarkan diri kalian jadi begitu.
00:48:48Bosnya menyebalkan.
00:48:50Cuacanya buruk.
00:48:54Kira-kira begitulah rasanya saat kalian punya anak remaja,
00:48:56tipe yang tidak kalian inginkan anak kalian bergaul dengannya
00:48:58adalah mereka yang paling sinis.
00:48:59Bagi siapa pun yang seumuran saya,
00:49:01itu adalah efek Eddie Haskell.
00:49:03Itu karakter terkenal dari komedi situasi lama tahun 60-an.
00:49:05Itu sebenarnya sebelum zaman saya.
00:49:08Saya tidak ingat kapan tayangan perdananya,
00:49:09berjudul Leave It to Beaver.
00:49:11Dan mereka punya teman yang sangat sopan pada orang dewasa.
00:49:15Tapi begitu mereka pergi, dia jadi orang yang sok tahu dan sinis.
00:49:16Dan semua orang tidak ingin anaknya
00:49:17punya teman seperti Eddie Haskell.
00:49:19Tapi kalian pasti punya teman seperti itu.
00:49:21Dan intinya mereka tidak baik untuk kalian.
00:49:24Cara kalian sebenarnya mendapatkan teman yang lebih baik
00:49:25dan menjadi pribadi yang lebih bahagia,
00:49:27dan cara kalian mengatasi skeptisisme serta sinisme
00:49:29adalah dengan berhenti bersikap skeptis dan berhenti bersikap sinis,
00:49:31begitulah intinya.
00:49:33Kalian tidak akan menularkan hal itu kepada orang lain,
00:49:34dan kalian akan lebih kebal terhadapnya.
00:49:37Kalian akan jadi lebih membosankan di media sosial, saya janji,
00:49:40tapi itulah jenis rasa bosan yang kalian inginkan.
00:49:42Terakhir, Sandeep Arora mengirim email yang bagus.
00:49:45Sebagai orang tua, saya mencoba mencari tahu
00:49:46cara membantu anak saya membangun fondasi yang sama
00:49:48dengan yang sedang saya bangun,
00:49:50bagaimana mempelajari kebahagiaan, mempraktikkannya,
00:49:54dan membawanya sampai dewasa.
00:49:55Bagaimana cara melakukannya?
00:49:58Ide yang sama seperti yang saya bahas dengan Holly, tunjukkan contohnya.
00:50:00Dengan anak-anak itu lucu,
00:50:01terutama jika mereka anak-anak kalian sendiri.
00:50:03Kalian bisa memarahi mereka sesuka hati, itu tidak masalah.
00:50:04Mereka kurang lebih akan meniru apa yang mereka lihat,
00:50:07terutama dalam jangka panjang.
00:50:08Sangat luar biasa bagi saya sekarang dengan anak-anak yang sudah dewasa
00:50:10melihat mereka melakukan semua hal yang saya,
00:50:12entah itu baik atau buruk, yang dulu sering saya lakukan.
00:50:14Mereka seolah sedang berubah menjadi saya.
00:50:15Ah, kalian benar.
00:50:17Tapi banyak hal yang saya sukai, hal-hal yang saya lihat,
00:50:20orang bertanya sepanjang waktu,
00:50:22bagaimana cara agar anak-anak saya tumbuh dewasa
00:50:24dan menjalankan keyakinan agama saya?
00:50:25Dan jawabannya, tidak peduli apa yang kalian katakan kepada mereka.
00:50:28Yang penting adalah apa yang mereka lihat.
00:50:29Apakah mereka melihat kalian berlutut berdoa?
00:50:31Apakah mereka melihat kalian begitu hormat pada Yang Ilahi?
00:50:32Nah, hal yang sama juga berlaku
00:50:35untuk prinsip-prinsip kebahagiaan apa pun yang kita bicarakan.
00:50:36Apakah mereka melihat kalian bersyukur?
00:50:37Apakah mereka melihat kalian bersikap sangat jujur dan baik hati,
00:50:40bahkan saat kalian tidak perlu melakukannya, atau saat hal itu tidak diminta?
00:50:41Begitulah cara mereka mempelajarinya, yaitu dengan kalian memberikan contoh.
00:50:44Jadi saya harap itu membantu.
00:50:46Kita telah sampai di akhir episode lainnya.
00:50:48Jika kalian menyukainya, silakan bagikan ini dengan teman-teman kalian.
00:50:52Berikan penilaian karena itu membantu dewa algoritma
00:50:55tersenyum lebih lebar kepada kami.
00:50:57Beri tanda suka dan berlangganan, dan beri tahu saya pemikiran kalian.
00:50:59officehours@arthurbrooks.com.
00:51:02Tinggalkan komentar.
00:51:05Saya akan membacanya, baik yang positif maupun negatif.
00:51:08Ikuti saya di jejaring media sosial yang kalian suka.
00:51:10Saya banyak aktif di Instagram dan LinkedIn
00:51:12dan platform lainnya juga.
00:51:14Dan pesanlah buku “The Meaning of Your Life”.
00:51:17Itu kado yang manis untuk orang lain.
00:51:21Dan mungkin kalian bisa memakainya sendiri.
00:51:24Kita semua butuh lebih banyak makna.
00:51:25Semoga kalian menikmatinya.
00:51:28Dan saya harap kalian menikmati minggu kalian,
00:51:30membawa ide-ide ini kepada orang lain.
00:51:32Jangan lupa bahwa waktu luang adalah bagian dari hidup kalian
00:51:34dan waktu luang akan membuat kalian lebih bahagia
00:51:35jika kalian melakukannya layaknya seorang atlet elit.
00:51:38Sampai jumpa minggu depan.
00:51:39[MUSIK DIPUTAR]
00:51:42dan waktu luang akan membuat Anda lebih bahagia
00:51:44jika Anda melakukannya seperti seorang atlet elit.
00:51:46Sampai jumpa minggu depan.
00:51:55[MUSIK BERMAIN]