Log in to leave a comment
No posts yet
Situasi di mana Anda merasa stres karena URL acak yang terus berubah saat menggunakan alat tunneling gratis adalah hal yang lumrah. Jika menggunakan layanan seperti ngrok, URL akan berubah setiap kali dijalankan ulang, dan setiap kali itu pula Anda harus masuk ke halaman pengaturan Stripe atau GitHub untuk memasukkan endpoint baru. Meskipun ini adalah pekerjaan berulang yang sederhana, mengulanginya tiga atau empat kali sehari saja sudah membuang waktu 20 menit dengan sia-sia. Dalam setahun, satu orang pengembang bisa menghabiskan 80 jam hanya untuk menyalin dan menempel alamat webhook.
zrok menyelesaikan proses yang membosankan ini sekaligus. Gunakan perintah zrok reserve public localhost:8080 untuk memesan nama host unik Anda sendiri terlebih dahulu. Kemudian, saat memasukkan perintah berbagi (share), cukup petakan ke nama yang telah dipesan tersebut. Sekarang, meskipun Anda mematikan terminal atau menyalakan ulang komputer, alamat webhook Anda yang terdaftar di layanan eksternal tidak akan berubah. Dengan satu kali pengaturan, Anda dapat sepenuhnya menghilangkan waktu yang terbuang untuk mengubah alamat.
Menjalankan banyak terminal dengan satu terminal untuk server dan satu lagi untuk alat tunneling secara manual sangat rentan terhadap kesalahan. Situasi di mana server sedang berjalan tetapi Anda lupa mengaktifkan tunneling sehingga respons API eksternal hilang tentu sangat menyebalkan. Karena zrok menggunakan overlay jaringan OpenZiti, ia sangat cocok dengan lingkungan kontainer.
Cara yang paling rapi adalah dengan memasukkan layanan zrok langsung ke dalam file docker-compose.yml. Gunakan citra openziti/zrok dan cukup masukkan token yang telah diterbitkan ke dalam file .env. Dengan konfigurasi ini, perintah docker compose up saja sudah cukup untuk menghidupkan server backend dan tunnel komunikasi eksternal secara bersamaan. Rekan tim juga tidak perlu menginstal atau mengatur alat terpisah dan dapat berbagi lingkungan pengembangan yang sama. Ini adalah cara paling pasti untuk memblokir kesalahan manusia (human error) yang berasal dari pengaturan manual secara struktural.
Saat Anda perlu menunjukkan API yang sedang dikerjakan secara lokal kepada rekan kerja, membuat URL publik terkadang terasa mengkhawatirkan dari sisi keamanan. Hal ini karena ada risiko siapa pun yang mengetahui alamat tersebut dapat mengakses database lokal Anda. zrok mendukung fitur private share yang memungkinkan komunikasi aman tanpa URL publik.
Prinsipnya sederhana. Saat Anda menjalankan zrok share private http://localhost:8080, sebuah token unik akan muncul. Berikan token ini kepada rekan kerja, dan rekan tersebut cukup memasukkan zrok access private [token] di terminal mereka. Sekarang, rekan kerja tersebut dapat mengakses server lokal Anda melalui localhost:9191 di komputer mereka sendiri. Sebuah jalur virtual yang hanya berfungsi di antara Anda berdua pun tercipta tanpa terpapar ke internet luar. Anda dapat membuat ruang kolaborasi dengan enkripsi end-to-end secara instan tanpa perlu membangun server VPN terpisah.
Seiring bertambahnya volume transmisi data, paket gratis dari layanan komersial akan segera mencapai batasnya. Sering kali pengujian terhambat karena kecepatan yang melambat atau batasan bandwidth. Karena kode sumber zrok bersifat terbuka, Anda dapat membangun controller sendiri di server internal perusahaan atau VPS yang murah.
Dengan mengoperasikan hosting sendiri, Anda dapat mengganti biaya paket berbayar yang mencapai hampir 100 dolar per tahun dengan biaya pemeliharaan server sekitar 5 dolar per bulan. Ini bukan sekadar menghemat uang. Dengan menggunakan server khusus, Anda dapat mengaktifkan protokol QUIC, yang membuat performa jaringan jauh lebih baik dibandingkan SaaS. Karena waktu tunggu (latency) berkurang, pengujian API yang melibatkan pertukaran data skala besar menjadi jauh lebih nyaman. Alih-alih menyesuaikan pengembangan dengan batasan alat, Anda justru memiliki alat yang dioptimalkan untuk lingkungan Anda sendiri.