Log in to leave a comment
No posts yet
Anda memberikan instruksi kerja, tetapi hasilnya meleset dari ekspektasi. Proposal yang telah disiapkan dengan cermat justru mendapat respons dingin dari lawan bicara. Situasi yang dialami banyak orang ini tampak seperti kesalahan sederhana, namun sebenarnya menghabiskan biaya yang sangat besar.
Menurut statistik, 1 dari 5 pemimpin bisnis kehilangan kontrak karena kegagalan komunikasi. Biaya untuk memperbaiki kesalahan komunikasi dalam organisasi mencapai hingga 70 juta won (sekitar 1 miliar rupiah) per karyawan per tahun.
Alasan kita gagal berkomunikasi adalah karena Golden Rule. Pepatah "perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan" tidak berlaku di dunia bisnis. Karena setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda. Cara yang Anda sukai bisa dianggap kasar atau membosankan oleh orang lain.
Kita harus berbicara dalam bahasa lawan bicara. Inilah mengapa kita memerlukan sistem 4 warna lensa yang menyesuaikan diri kita dengan frekuensi lawan bicara.
Tidak perlu tes psikologi yang rumit. Anda bisa menentukan tipe lawan bicara hanya dengan tiga pertanyaan.
Berdasarkan kriteria ini, orang dapat diklasifikasikan ke dalam empat warna.
| Tipe | Karakteristik Utama | Ketakutan Utama |
|---|---|---|
| Red | Berorientasi hasil, tegas, cepat | Kehilangan kontrol, pemborosan waktu |
| Yellow | Sosial, optimis, kreatif | Penolakan, dikucilkan, kebosanan |
| Green | Kooperatif, stabil, sabar | Perubahan mendadak, konflik |
| Blue | Analitis, akurat, logis | Kesalahan, informasi yang tidak akurat |
Setelah mengetahui warna lawan bicara, sekarang Anda perlu menyesuaikan sinyal yang Anda pancarkan.
Mereka paling membenci ekspresi yang ambigu. Sikap "kira-kira" atau "yang penting baik-baik saja" akan menghancurkan kepercayaan. Siapkan materi tertulis dengan angka spesifik dan sumber yang jelas. Memberikan waktu untuk berpikir adalah bentuk pertimbangan terbaik bagi mereka.
Pendahuluan yang bertele-tele hanya terdengar seperti alasan. Laporkan hanya poin-poin penting secara singkat dan padat. Efektif untuk menyajikan 2-3 alternatif dan membiarkan mereka membuat keputusan akhir. Mencegah pemborosan waktu adalah jalan pintas untuk mendapatkan kepercayaan mereka.
Small talk sebelum masuk ke inti pembahasan adalah wajib. Berikan umpan balik positif terhadap ide-ide mereka. Jangan mematahkan semangat mereka dengan data yang dingin atau mempermalukan mereka di depan umum.
Jangan terburu-buru meminta keputusan atau meninggikan suara. Mereka akan menutup mulut jika merasa tertekan. Dengarkan dengan tulus dan tekankan bahwa kita bersama-sama. Ketika mengusulkan perubahan, janjikan periode adaptasi yang cukup.
Komunikasi terputus saat Anda menilai perilaku lawan bicara dengan standar moral Anda sendiri. Master komunikator membaca niat positif di balik perilaku lawan bicara.
Sikap otoriter Red adalah hasrat untuk mencapai kesuksesan. Kecerewetan Blue adalah rasa tanggung jawab terhadap kualitas yang sempurna.
Bruce Lee berkata, "Jadilah seperti air". Air menjadi gelas saat dituang ke gelas, menjadi botol saat dituang ke botol. Mengubah gaya bicara dan cara sesuai lawan bicara tidak berarti identitas Anda hilang. Justru fleksibilitas yang bisa menyesuaikan diri dengan wadah apa pun adalah senjata paling kuat dalam bisnis.
Langkah 1: Pemetaan Orang-orang di Sekitar
Pilih 3 orang penting yang akan Anda temui hari ini. Prediksi warna mereka berdasarkan arah energi, standar penilaian, dan kecepatan.
Langkah 2: Pembukaan yang Disesuaikan
Jika lawan bicara adalah Blue, mulailah dengan menyajikan data yang terukur. Jika Yellow, mulai percakapan dengan berita menarik terbaru.
Langkah 3: Review Feedback
Catat bagaimana ekspresi atau umpan balik lawan bicara berubah dengan cara Anda yang telah berubah. Penyesuaian kecil menciptakan komunikasi yang sempurna.
Komunikasi bukan bakat bawaan, tetapi keterampilan yang bisa dipelajari seperti bahasa asing.